Jeneponto, SUARAGURUSULSEL.COM – Kamis, (26 Maret 2026), Pengurus Harian Dewan Da’wah Turatea Indonesia dilantik periode 2025-2030. Pelantikan ini berlangsung di Ruang pola Panrannuanta Kantor Bupati Jeneponto yang sedianya dihadiri Bupati Jeneponto, H. Paris Yaris SE., MM yang juga sebagai pelindung dalam organisasi ini, namun karena ada kegiatan mendadak yang harus diikuti di kota Makasar, sehingga ia meminta Pj. Sekda untuk mewakilinya dan menitip pesan penting tentang integritas para muballig senantiasa dijaga, kata Pj. Sekda Jeneponto. H. Maskur S. Ag., MH. CGCAE.
Acara pelantikan pengurus harian ini diawali dengan pembacaan Al-Qur’an oleh Imam Besar Mesjid Agung Jeneponto, Ustadz Iskandar SH, S.Ag,
Gerakan dakwah yang sarat nilai peradaban diharapkan tidak hanya menjadi seremoni organisasi, tetapi menandai lahirnya energi baru dalam membangun umat yang berakhlak, berdaya, dan berkemajuan.

Kegiatan ini dihadiri oleh Pejabat Sekretaris Daerah Kabupaten Jeneponto, Ketua Yayasan Pusat Dewan Dakwah Turatea Indonesia Dr. Nursalim Tinggi, S.Pd., M.Pd., unsur Forkopimda, tokoh lintas organisasi keagamaan seperti MUI, Muhammadiyah, Nahdlatul Ulama, serta berbagai elemen masyarakat yang menunjukkan kuatnya dukungan lintas sektor terhadap gerakan dakwah ini.
Dalam pernyataannya yang penuh visi, Ketua Yayasan menegaskan bahwa pelantikan ini adalah titik tolak gerakan dakwah yang lebih luas dan solutif.
“Ini bukan sekadar pelantikan, melainkan awal dari pengabdian besar dalam membangun peradaban umat. Dakwah hari ini harus hadir sebagai solusi—menyejukkan, mempersatukan, dan menjawab tantangan zaman,” ujarnya.
Ia juga menekankan pentingnya menghadirkan dakwah yang rahmatan lil ‘alamin, yang tidak hanya berbicara soal ibadah, tetapi juga menyentuh aspek pembangunan karakter, moralitas, hingga kesejahteraan sosial umat.

Pengurus Harian yang dilantik adalah Seharani Husain sebagai Ketua, And. Rasyid SE Wakil Ketua, Syahrir S. PdI., M. Pd Sekretaris dan Iskandar Saleh SH, S. Ag Bendahara.
Demikian pula para kepala Biro masing-masing Sudirman S. Pd., Sahanuddin S. Pd., M. Pd, Sulaeman Tompo S. Ag., MM dan Anwar Thalib S. Ag., MA.
Sementara itxu, Ketua Harian Dewan Dakwah Turatea Indonesia Kabupaten Jeneponto, Seharani Husain menyampaikan bahwa pihaknya sangat berterima kasih kepada pemerintah Kabupaten Jeneponto atas respon dan dukungannya terhadap organisasi Da’wah di Bumi Turatea.
Selain itu ia menyampaikan bahwa usai pelantikan pengurus harian pada hari ini, maka pengurus akan melakukan Rapat Kerja yang salah satu agendax adalah pembentukan pengurus kecamatan di 11 Kecamatan, termasuk Kecamatan Arungkeke yang telah berakhir masa Periodenya beberapa waktu lalu.
Demikian pula dengan masukan dari pengurus mesjid dan para muballig agar Pengurus Harian juga melakukan pengkaderan muballig, mengingat masih adanya ditemukan khatib yang dinilai belum sesuai dengan harapan jamaah, sehingga pengurus juga akan menjadikan pelatihan muballig sebagai salah satu program prioritas setelah pengurus kecamatan terbentuk, terangnya.
Pj. Sekretaris Daerah Kabupaten Jeneponto mewakili Bupati dalam sambutan tertulisnya mengatakan bahwa lembaga da’wah menjadi simbol nyata dan pemerintah melihat dakwah sebagai mitra strategis dalam pembangunan daerah. Katanya
Selain itu, ia juga menyampaikan pentingnya peran Dewan Dakwah dalam menjaga fondasi moral masyarakat di tengah dinamika sosial.
“Kami melihat Dewan Dakwah Turatea Indonesia sebagai mitra penting dalam memperkuat nilai keagamaan, membina umat, dan menjaga harmoni sosial. Ini adalah bagian dari pembangunan yang berkelanjutan,” tegasnya.
Lebih jauh, ia berharap kepengurusan yang baru dilantik mampu menjalankan amanah dengan integritas tinggi serta membangun sinergi yang konstruktif demi mewujudkan masyarakat yang religius, harmonis, dan bermartabat.
Pelantikan ini menjadi momentum strategis dalam memperkuat posisi dakwah sebagai pilar utama pembinaan umat sekaligus kekuatan sosial yang mampu mendorong perubahan nyata di tengah masyarakat. Kolaborasi antara ulama, umara, dan masyarakat pun semakin dikokohkan sebagai fondasi menuju Jeneponto yang lebih maju dan berkarakter.
Acara berlangsung dengan penuh khidmat dan ditutup dengan doa bersama, yang dipimpin oleh ustadz Sulaeman Tompo S. Ag., MM sebagai simbol harapan agar gerakan dakwah ini membawa keberkahan, kekuatan, dan dampak luas tidak hanya bagi Jeneponto, tetapi juga untuk Indonesia. (TIM)
