PGRI WAJO SUKSES GELAR KONKERKAB II

bagikan

Wajo, SUARAGURUSULSEL.COM – PGRI adalah organisasi besar termasuk perannya yang besar dalam mencerdaskan kehidupan bangsa, sehingga sangat diharapkan agar selalu meningkatkan peran strategis dalam meningkatkan karakter anak bangsa. Hal tersebut disampaikan Sekretaris Daerah Kabupaten Wajo, Armayani yang hadir mewakili Bupati Wajo pada Pembukaan Konferensi Kerja II PGRI Kabupaten Wajo, Kamis (31/3) di Gedung PGRI Kabupaten Wajo.

Konferensi Kerja Kabupaten PGRI dilaksanakan setiap tahun sebagaimana diamanatkan oleh Anggaran Dasar BAB XXV Pasal 40 ayat (1) huruf (k) dan Anggaran Rumah Tangga PGRI BAB XXXIV pasal 104 ayat (1), dan (2) yang menyatakan bahwa Koneferensi Kerja Kabupaten (Konkerkab) bertugas menetapkan program tahunan, rencana anggaran pendapatan dan belanja organiasi, dan kebijakan organisasi sepanjang tidak bertentangan dengan keputusan Konferensi Kabupaten dilaksanakan setelah pelaksanaan Konkerprov II oleh Pengurus Provinsi PGRI Sulsel yang berlangsung pada bulan lalu.

Selain Sekda Wajo, hadir pada kegiatan yang bertema “Dari PGRI untuk Indonesia, Kreativitas dan Dedikasi Guru Menuju Indonesia Maju” tersebut diantaranya Pengurus Provinsi PGRI Sulawesi Selatan, Pengurus Kabupaten PGRI Kabupaten Wajo, Dewan Pembina PGRI Kabupaten Wajo, Pengurus Dewan Pakar PGRI Kabupaten Wajo, Pengurus Asosiasi Profesi dan keahlian Sejenis (APKS) PGRI Kabupaten Wajo, Pengurus Dewan Kehormatan Guru Indonesia (DKGI) PGRI Kabupaten Wajo, Pengurus Lembaga Bantuan dan Konsultan Hukum (LKBH) PGRI Kabupaten Wajo, Pengurus Yayasan Pembina Lembaga pendidikan (YPLP) PGRI Kabupaten Wajo, Pengurus Perempuan PGRI Kabupaten Wajo, Pengurus Badan Usaha (Koperasi) PGRI Kabupaten Wajo, Pengurus Smart Learning and Character Center PGRI Kabupaten Wajo, Pengurus Lembaga Kajian Kebijakan Pendidikan (LKKP) PGRI Kabupaten Wajo, Pengurus Cabang/Cabang Khusus PGRI se-Kabupaten Wajo, dan beberapa undangan lainnya.

Ketua Kabupaten PGRI Wajo, Muhammad Arif dalam sambutannya menyampaikan bahwa perjuangan PGRI sudah banyak membuahkan hasil dan saat sekarang sedang berjuang dalam pembahasan rancangan undang-undang sisdiknas yang terbaru, termasuk di Kabupaten Wajo, organisasi profesi yang dipimpinnya juga terus mendorong lahirnya peraturan bupati tentang perlindungan Guru. Katanya.

“Di Wajo perda perlindungan guru sudah ada, kemudian PGRI mendorong agar lahir Perbup supaya perda tersebut bisa dijalankan dengan baik” ungkapnya.

Sementara itu, Wakil Ketua Provinsi PGRI Sulawesi Selatan, Dr. H. Muhammad Basri M. Pd menekankan bahwa LKBH hadir sebagai benteng agar guru terlindungi, dengan demikian, Guru diharapkan untuk menjalankan tupoksinya tanpa perasaan was-was. Jelasnya.

Menurutnya bahwa Guru harus tampil kedepan dalam melaksanakan pembelajaran adaptif dan menyenangkan melalui kreativitas dan inovasi. “Guru yang kuat dan tangguh adalah yang bisa beradaptasi” jelasnya. (Agusti)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *