
BANTAENG;
SuaraGuruSulSel.Com—Pengurus PGRI Cabang Khusus SMK Kabupaten Bantaeng melaksanakan Konferensi Kerja Ketiga PGRI Cabang Khusus SMK Kabupaten Bantaeng di hutan Vinus Rombeng DesaBonto Lonjong Kecamatan Uluere Kabupaten Bantaeng (2/3/2023). Kegiatan ini dirangkaikan dengan seminar pendidikan dengan Tema Optimalisasi Literasi menuju Sumber Daya Manusia yang Kompetitif dan Inklusif dan dibuka secara resmi oleh Muhammad Yusuf, S.Ag., M.Pd yang mewakili Ketua PGRI Kabupaten Bantaeng.

Seminar pendidikan kali ini PGRI cabang khusus SMK Kabupaten Bantaeng menghadirkan dua pembicara antara lain pembicara pertama Sakran, S.Pd., MA mewakili unsur PGRI Kabupaten Bantaeng dan Pembicara Kedua Sattar, S.Pi, MM mewakili unsur Kepala Cabang Dinas Pendidikan Wilayah 5 Provinsi Sulawesi Selatan. Turut hadir dalam kegiatan ini adalah Muhammad Yusuf, S. Ag., M.Pd mewakili Ketua PGRI Kabupaten Bantaeng berharap kiranya pemegang amanah pemerintah di bidang pendidikan seyogyanya tidak hanya mengoptimalkan literasi membaca akan tetapi yang sangat urgen diperhatikan adalah literasi optimalisasi skill peserta didik jemput serapan DU/DI para alumni SMK.
Firdaus Manaf sebagai Ketua PGRI Cabang Khusus SMK Kabupaten Bantaeng memberikan sedikit pengantar terkait latar belakang pengambilan Tema Optimalisasi Literasi Menuju Sumber Daya Manusia yang Kompetitif dan Inklusif. Alasan yang pertama terkait literasi ini adalah isu nasional dan bukan sebuah kebetulan bahwa hasil dari rapor mutu pendidikan untuk kita di sekolah secara umum di Bantaeng terkhusus untuk SMK itu masalahnya ada di literasi dan alasan yang kedua terkait tentang peningkatan sumber daya manusia yang kompetitif dan inklusif ini adalah merupakan bagian dari program Pendidikan Bapak Gubernur Provinsi Sulawesi Selatan. Semoga dua alasan ini menjadi central pembicaraan dua panelis memantik kita semua menemukan solusi apa yang akan dilakukan oleh pihak sekolah secara khusus, maupun secara umum teman-teman pendidik khususnya di SMK dalam peningkatan literasi dan tujuannya tentunya adalah bagaimana mencapai harapan dan visi dari Bapak Gubernur Sulawesi Selatan khususnya di bidang pendidikan yaitu sumber daya manusia yang kompetitif dan inklusif.
Sakran, S.Pd., MA sebagai pembicara dari unsur PGRI Kabupaten Bantaeng mengantar para peserta seminar menggaris bawahi kata optimalisasi literasi dalam membangun sumber daya manusia yang kompetitif dan inklusif. Menurut Sakran ada beberapa hal yang perlu kita garis bawahi yang pertama dari segi optimalisasi literasi itu berarti bahwa selama ini kita di PGRI khususnya dan pada umumnya itu kita sudah menggalakkan dan bergerak menumbuh kembangkan yang namanya kegiatan-kegiatan literasi minimal literasi dasar yang kita tumbuh kembangkan yaitu literasi membaca, literasi angka atau literasi numerik, literasi digital, literasi keuangan, dan literasi media. Ada hal yang baik yang kami lihat di teman-teman mulai dari teman-teman di SMP dan SMA terlepas dari teman-teman sebagai persekolahan sekaligus juga sebagai anggota PGRI baik di PGRI Ranting/Cabang maupun di Kabupaten. Kegiatan-kegiatan literasi ini di kembangkan sehingga dalam beberapa program kerja di Kabupaten adalah bagaimana tumbuh kembang literasi di teman-teman Guru itu bisa lebih baik lagi dan kemudian menyambut dengan program-program atau kebijakan-kebijakan Provinsi Sulawesi Selatan kita misalnya Gubernur terkait dengan literasi itu lebih khusus lagi pada literasi baca tulis Alquran sampai-sampai di sekolah di SMA dan SMK itu dijadikan sebagai pembelajaran atau dijadikan sebagai ekstra kurikuler wajib.
Lebih lanjut Sakran berdasarkan hasil raport mutu sekolah kita masing-masing, kemudian imbas dari covid 19 di mana anak-anak kita hampir dua tahun berada di rumah dan parahnya lagi yang banyak siswa dengan literasi Al Quran berada pada kisaran 50% siswa literasi baca tulis Al Qurannya di bawah standar. Setelah di telusuri penyebab utamanya orang tua maupun anak-anak kita relatif abai dalam upaya menggalakkan pembelajaran baca/ tulis Al Quran.
Literasi secara umum kalau kita menguasai pasti akan meningkatkan sumber daya manusianya sumber daya manusia yang unggul kita bisa menimpa dirinya dalam literasi membaca mempengaruhi kemampuan kita dalam mengolah kata, kemampuan dalam mengolah kalimat menjadi satu bahasa, kemudian dengan SDM kita percaya pasti akan kompetitif kemudian terkait dengan inklusif ini adalah pendidikan terkait kebutuhan khusus.
Sattar mewakili Kepala Cabang Dinas Pendidikan Wilayah 5 provinsi Sulawesi Selatan dalam menyikapi optimalisasi literasi pada satuan pendidikan lebih mendorong pada kolaborasi dengan pemerintah pusat, sehingga satuan kepala satuan pendidikan meramu rekomendasi raport mutu melalui Assessment tenaga kependidikan.
Muhammad Yusuf sebagai Wakil PGRI Kabupaten Bantaeng menyampaikan harapan agar kiranya beberapa program-program atau kebijakan pemerintah terkait dengan literasi bagaimana teman-teman guru guru di Kabupaten Bantaeng didekatkan dengan program strategis pemerintah yaitu terkait dengan organisasi penggerak dan menyebarluaskan kegiatan-kegiatan yang terkait dengan kurikulum merdeka.
amykajang@gmail.com
