Bimtek Penulisan Biografi: Menggali Inspirasi dari Penjuru Sulawesi

bagikan

Makassar, SUARAGURUSULSEL.COM –
“Menulis biografi harus ada motivasi dari hati agar karya kita juga menembus hati para pembaca. Maka sebelum menulis, pastikan bahwa kita punya keinginan untuk menginspirasi.

Apa sih yang akan orang dapatkan setelah baca kisah tokoh kita?
Apa manfaat yang akan kita berikan dengan tulisan ini?
Kalau nggak ada manfaatnya, ya buat apa?”
Kalimat lugas nan retoris dari DR. Helvy Tiana Rosa, Sastrawan serba bisa yang telah menelurkan lebih dari 75 karya sastra ini membuat peserta hanyut dalam ide-ide yang terangkai dalam lembaran tulisan tentang tokoh masyarakat asal Sulawesi Selatan.

Dosen yang mengajar pada Jurusan Bahasa dan Sastra Universitas Negeri Jakarta (UNJ), berjuluk lokomotif penulis muda tersebut, menjadi narasumber utama dalam Bimtek Penulisan Biografi Bagi Pegiat Literasi di Hotel Ibis Style Makassar pada (23-26) Juli 2023.

Kegiatan luar biasa ini diselenggarakan oleh Balai Bahasa Provinsi Sulawesi Selatan. Diawali dengan pembukaan oleh Bunda Literasi yaitu Ketua Bidang 3 PKK, Andi Hamdaniah Irawan Bintang, pada (23 Juli 2023). Peserta yang hadir berasal dari berbagai daerah di Sulawesi Selatan hingga Sulawesi Barat.

Para peserta merupakan aktivis komunitas literasi di daerah masing-masing. Mereka telah mengikuti seleksi naskah bersama 92 peserta lainnya. Lalu 35 penulis naskah terpilih, diundang untuk mendapatkan bimbingan teknis. Setiap naskah memiliki keunikan yang dibedah satu persatu agar layak menjadi karya sastra yang dapat dinikmati oleh seluruh kalangan.

Materi yang cukup singkat, padat, namun sarat ilmu dan makna dari narasumber yang telah berkecimpung di dunia penulisan sejak tahun 1979 itu terasa sangat mudah dipahami serta dapat dipraktikkan langsung oleh peserta. Ia tak hanya memaparkan materi, tapi juga mendampingi peserta, mulai dari teknik penulisan judul hingga menunjukkan jalan untuk penerbitan dan perluasan manfaat karya sastra.

Ditambah lagi, narasumber yang karyanya telah diterjemahkan dalam bahasa Inggris, Jepang, Arab, Swedia, Jerman, dan Prancis itu sigap menjawab pertanyaan peserta dan memberikan inisiatif saat peserta kebingungan.

Ia juga mengisahkan bagaimana biografi dari tokoh-tokoh hebat dunia ditulis dengan indah dan menggugah. Ia ingin agar peserta dapat mengambil keteladanan dari mereka dalam teknik kepenulisannya. Ia pun mengisahkan bagaimana perjuangan para penulis terkenal mengawali karirnya hingga berhasil menelurkan karya fenomenal, seperti JK. Rowling yang sukses dengan Harry Potter-nya berjilid-jilid, Andrea Hirata, Tere Liye, dan penulis-penulis inspiratif lainnya.

“Di Indonesia yang sudah serba digital seperti saat ini, buku cetak semakin kurang diminati. Maka kita bisa menulis di berbagai platform digital sebagai media untuk berkarya. Selain itu, sebuah karya sastra juga dapat bermanfaat lebih luas dengan mengubahnya dalam ragam alih wahana. Mulai dari puisi, cerpen, novel, lirik lagu, hingga naskah drama dan film layar lebar. Sebagai contoh, karya film saya ‘Hayya’ itu awalnya puisi. Lalu jadi lagu sampai difilmkan dan ada novelnya,” jelasnya membuat peserta sangat antusias hingga sesi tanya jawab berakhir.

Di akhir materi, ia meminta agar peserta bimtek tidak putus silaturahmi setelah acara berakhir. Ia lantas menginisiasi pembentukan Komunitas Penulis Biografi di bawah naungan Balai Bahasa Sulawesi Selatan, untuk memudahkan koordinasi jika di kemudian hari dibutuhkan penulis biografi tokoh-tokoh lokal Sulawesi yang masih sangat banyak jumlahnya dan belum terekspos.

Gayung pun bersambut, pihak Balai Bahasa Sulawesi Selatan merespon positif inisiasi tersebut dan berjanji akan menindaklanjuti segera. Pihaknya juga mengingatkan peserta untuk segera menuntaskan karya biografi yang ditulis agar dapat segera dikurasi dan layak diterbitkan menjadi Antologi Biografi Tokoh Sulawesi Selatan.

Waktu terasa sangat singkat hingga tibalah rangkaian acara pada tiga sesi terakhir yaitu testimoni peserta, penutupan, dan doa. Sesi testimoni diwakili oleh Qayla peserta termuda yang baru saja menuntaskan sekolahnya di SMAN 1 Makassar. Ia menyatakan rasa senang dan terima kasihnya kepada panitia penyelenggara dan narasumber atas ilmu dan pengalaman positif yang ia rasakan. Ia juga mengungkapkan beberapa hal yang perlu diperbaiki dari penyelenggara, narasumber, dan peserta sehingga kegiatan serupa akan lebih baik lagi ke depannya.

Selanjutnya, sesi penutupan diwakili oleh Ibu Dewi Pridayanti, S.Sos., M. Adm., SDA.

“Kami dari balai bahasa merasa sangat bahagia berkat kerja keras peserta, ada perubahan nyata yang tadinya masih kurang bagus sekarang menjadi bagus bahkan sangat bagus dan diapresiasi oleh ibu Helvy sendiri.

Kami juga merasa sangat bangga, tambahnya, sebab Balai Bahasa Sulawesi Selatan adalah pihak pertama yang menyelenggarakan bimtek penulisan biografi di antara semua Balai Bahasa yang ada di Indonesia,” pungkasnya diiringi riuh tepuk tangan dari para peserta.

Berikutnya, doa yang khusyuk nan menggugah dibawakan oleh salah satu peserta yaitu bapak Labbiri, dari rumah Literasi Gamacca Bawakaraeng Gowa.

Kegiatan diakhiri dengan foto bersama antara Panitia, Narasumber, dan peserta. Rangkaian kegiatan ini menjadi spirit tersendiri bagi para peserta untuk terus berkarya dan memperluas kebermanfaatan komunitas masing-masing sehingga dapat terus menggali inspirasi dari kearifan lokal beserta para tokohnya di wilayah Sulawesi Selatan dan sekitarnya.
(Muji Budi Lestari/Fotografer: Muhammad Jasmin)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *