Pinrang, SUARAGURUSULSEL.COM – Momentum Khitan Massal gratis yang dilaksanakan UPT Sekolah Dasar Islam Terpadu (SDIT) AL INSAN PINRANG, bertempat di Macorawalie, Watang Sawitto, Gedung Sekolah ini. Ahad, (6/7/2025).
Kegiatan ini terlaksanakan atas kerja sama UPT SDIT AL INSAN PINRANG dengan Khitan Lem Nusantara Kabupaten Pinrang, melibatkan 31 peserta Khitan.
Dalam hal ini, Muhammad Zafran Al Fariq, salah seorang peserta didik yang baru naik kelas Dua, ikut mendaftarkan diri atas keinginan sendiri, dan alasannya cukup mengejutkan dan motivasi yang luar biasa, saat ditanya oleh awak media.

Kenapa mau ikut di Khitan atau disunat.? “Lama mi je ku minta Bapak sama Mamaku supaya di Khitan ka”. Jawabnya
Kenapa memang.? ” Iya Pak, apa dilarang ka Adzan di Masjid sama Ust dan teman – teman ku, apa belum pa di Sunat”.Ucapnya polos
Apa tidak takut.? “Tidak Pak,” Ucap Muhammad Zafran Al Fariq dengan yakin

Kegiatan ini, sudah berlangsung Empat tahun terakhir dengan Kuota tahun ini sebanyak 31 siswa, akan tetapi jika kuota tidak terpenuhi kita ambil dari sekolah lain. Hal tersebut disampaikan Muh. Nasir, S.Pd.I, kepala UPT SDIT AL INSAN PINRANG, saat bincang-bincang di sela-sela kegiatan.
Sebelum kegiatan berlangsung, lebih awal peserta Khitan bersama orang tua nya mendapat Edukasi dari pihak Sekolah dan Rahmat Rauf, S.Kep., NS Ketua Khitan Lem Nusantara Kabupaten Pinrang.
Sementara, Rahmat Rauf, Ketua Khitan Lem Nusantara Kabupaten Pinrang yang bersertifikat ini, saat ditemui di lokasi menjelaskan bahwa Metode Modern Khitan Lem, atau sunat dengan metode lem, memiliki beberapa keunggulan dibandingkan metode konvensional.
” Kami Khitan Lem Nusantara adalah lembaga yang bersertifikat dengan tenaga medis melalui pelatihan dan asesmen, secara profesional bergerak di bidang ini,
“Keunggulan utama sunat lem adalah prosesnya yang lebih cepat, minim rasa sakit, dan penyembuhan luka yang lebih cepat karena tidak memerlukan jahitan. Selain itu, hasil sunat dengan metode ini cenderung lebih rapi dan bentuknya lebih bagus dan eksotik, serta risiko pendarahan dan infeksi juga lebih kecil”. Jelas Radit sapaan akrabnya
Berikut adalah beberapa keunggulan khitan metode lem secara lebih rinci:
- Proses sunat lebih cepat:
Waktu pengerjaan sunat lem relatif singkat, sekitar 7-10 menit, karena tidak memerlukan proses penjahitan. - Minim rasa sakit:
Metode ini cenderung tidak menimbulkan rasa sakit yang berarti selama proses maupun setelahnya, bahkan anak bisa langsung beraktivitas. - Luka sunat cepat sembuh:
Tanpa jahitan, luka sunat akan lebih cepat kering dan sembuh, biasanya dalam beberapa hari saja menurut. - Hasil sunat lebih rapi:
Karena tidak ada jahitan, bekas luka sunat akan terlihat lebih rapi dan alami. - Resiko pendarahan dan infeksi minimal:
Penggunaan lem medis khusus membantu menutup luka dengan baik, sehingga mengurangi risiko pendarahan dan infeksi.
*Perawatan pasca sunat lebih mudah:
Perawatan luka sunat menjadi lebih sederhana karena tidak perlu mengganti perban atau membersihkan jahitan.
- Bisa langsung beraktivitas:
Setelah proses sunat selesai, anak bisa langsung beraktivitas seperti biasa tanpa perlu banyak pantangan. Tambah Radit. (Muh4r15)
