Pinrang, SUARAGURUSULSEL.COM – Menindak lanjuti Program Kementerian Kesehatan RI, Dinas Kesehatan Pinrang, gelar sosialisasi tentang Pola Hidup Bersih dan Sehat, bertempat di salah satu ruang kelas, diikuti 46 siswa kelas 4,5,6 dan para GTK UPT SD Negeri 24 Pinrang. Kamis, (28/ 8/25).
Kedatangan Rombongan Timker Dinkes Pinrang di Pimpin Hj. Kasmawati Side, S.Kep beserta rombongan didampingi Tim Puskesmas Sulili, Paleteang, diwakili Nasrullah, S.Kep.Ns., M.A.P, disambut hangat Kepala UPT SD Negeri 24 Pinrang Waliyana, S.Pd., M.Pd.
Kedatangan Timker Dinkes Pinrang di sekolah ini, dalam rangka melaksanakan tugas untuk mensosialisasikan pola hidup bersih dan sehat, mendapat respon positif dan antusias dari para siswa dan Guru,

Hj. Kasmawati, S.Kep dalam arahan menyampaikan apa itu PHBS secara rinci,
“Pola hidup bersih dan sehat (PHBS) adalah gaya hidup yang mengutamakan kebersihan dan kesehatan diri sendiri serta lingkungan sekitar. PHBS melibatkan serangkaian perilaku yang dilakukan secara sadar untuk menjaga kesehatan dan mencegah penyakit.
Secara lebih rinci, PHBS mencakup:
-Kebersihan diri: Mandi teratur, mencuci tangan dengan sabun, menjaga kebersihan rambut dan kuku, serta memakai pakaian bersih.
-Kebersihan lingkungan: Menjaga kebersihan rumah, tempat kerja, dan lingkungan sekitar, membuang sampah pada tempatnya, serta memberantas jentik nyamuk.
-Perilaku makan dan minum sehat: Mengonsumsi makanan bergizi seimbang, minum air bersih yang cukup, serta menghindari makanan dan minuman yang tidak sehat.
-Aktivitas fisik: Melakukan olahraga secara teratur dan menjaga tubuh tetap aktif.
-Istirahat yang cukup: Tidur yang cukup dan berkualitas untuk menjaga kesehatan tubuh dan pikiran.
-Perilaku sehat lainnya: Menghindari rokok dan narkoba, serta menjaga kesehatan mental. Dan
-Penerapan PHBS secara konsisten dapat meningkatkan kualitas hidup, mencegah penyakit, dan menciptakan lingkungan yang lebih sehat.
Contoh PHBS di sekolah,
Mencuci tangan dengan sabun sebelum dan sesudah makan. Mengonsumsi jajanan sehat,
Menggunakan jamban bersih dan sehat. Olahraga yang teratur. Memberantas jentik nyamuk. Tidak merokok di lingkungan sekolah.
Membuang sampah pada tempatnya.”
Jelasnya
Selain itu, lanjut nya ada 10 indikator PHBS yang juga perlu dilakukan atau perhatikan dilingkungan rumah tangga, antara lain;
- Persalinan ditolong oleh tenaga kesehatan:
Memastikan persalinan dilakukan oleh bidan atau dokter untuk mengurangi risiko komplikasi. - Memberi bayi ASI eksklusif:
Memberikan ASI (Air Susu Ibu) saja kepada bayi hingga usia 6 bulan untuk memberikan nutrisi optimal dan meningkatkan kekebalan tubuh. - Menimbang bayi dan balita:
Memantau pertumbuhan dan perkembangan anak secara rutin melalui penimbangan berat badan dan pengukuran tinggi badan di posyandu atau fasilitas kesehatan lainnya. - Menggunakan air bersih:
Memastikan ketersediaan air bersih untuk berbagai keperluan rumah tangga, seperti minum, memasak, dan mencuci. - Mencuci tangan dengan air bersih dan sabun:
Mencuci tangan secara teratur dengan sabun dan air mengalir untuk mencegah penyebaran kuman dan penyakit. - Menggunakan jamban sehat:
Menggunakan toilet yang bersih dan memenuhi standar kesehatan untuk buang air besar dan kecil, serta menjaga kebersihannya. - Memberantas jentik di rumah:
Membersihkan lingkungan sekitar rumah dari genangan air yang menjadi tempat berkembang biak nyamuk, terutama jentik nyamuk. - Makan buah dan sayur setiap hari:
Mengonsumsi buah dan sayur setiap hari untuk memenuhi kebutuhan gizi dan menjaga kesehatan tubuh. - Melakukan aktivitas fisik setiap hari:
Melakukan olahraga atau aktivitas fisik lainnya secara teratur untuk menjaga kebugaran dan kesehatan jasmani. - Tidak merokok di dalam rumah:
Menghindari kebiasaan merokok di dalam rumah untuk mencegah dampak buruk asap rokok terhadap anggota keluarga lainnya. Beberapa Hj. Kasmawati (Muh@ris)
