Bulukumba, SUARAGURUSULSEL.COM – Festival Pinisi yang di selenggarakan pada hari Jum’at tanggal (24/10/ 2025) di Pantai Merpati Bulukumba. Acara ini merupakan salah satu rangkaian kegiatan Festival Pinisi yang ke-15, dan dalam Karnaval Budaya ini turut berpartisipasi kelompok Perempuan PGRI Kabupaten Bulukumba yang diketuai Hartaty Hamid, S.Pd.,M.Pd.
Saat di wawancarai ia menyampaikan harapannya sebagai Perempuan PGRI terhadap Penyelenggaraan Festival Pinisi yakni, Keamanan dan ketertiban Lalu Lintas Pihak Kepolisian lalu lintas diharapkan dapat mengatur arus lalu lintas secara optimal di sekitar lokasi festival, termasuk menyediakan rambu-rambu sementara, penutupan jalan selektif, dan petugas pengatur di titik-titik rawan kemacetan, sehingga seluruh peserta, pengunjung, dan masyarakat setempat merasa aman dan nyaman selama acara berlangsung.
Penguatan Nilai Edukasi Budaya Lokal bagi Generasi Muda Festival Pinisi tidak hanya sebagai ajang hiburan, tetapi juga dijadikan media edukasi yang hidup dan nyata tentang warisan budaya bahari Sulawesi Selatan, khususnya seni pembuatan perahu Pinisi.

Diharapkan ada sesi khusus seperti demonstrasi pembuatan miniatur kapal, lokakarya tukang kapal tradisional, pameran sejarah pelaut Bugis-Makassar, dan kunjungan siswa sekolah, agar anak-anak dan remaja lebih mengenal, mencintai, dan melestarikan identitas budaya lokal.
Pemberdayaan Perempuan dalam Festival budaya, khususnya yang berprofesi sebagai pengrajin, pelaku UMKM, dilibatkan secara aktif dan setara dalam setiap kegiatan. Misalnya:
*Menjadi narasumber, pembicara, atau pelatih dalam sesi budaya dan keterampilan.
*Mendapatkan stan khusus untuk memamerkan produk olahan hasil laut, kerajinan tangan, atau kuliner khas.
*Diberi pelatihan kewirausahaan dan akses pasar selama festival berlangsung. Dengan demikian, perempuan tidak hanya hadir sebagai penonton, tetapi menjadi motor penggerak ekonomi dan pelestari budaya.
Pengelolaan Sampah dan Kelestarian Lingkungan Penyelenggara menyediakan tempat sampah terpilah, tim kebersihan, dan kampanye “NOL LIMBAH” agar pantai dan kawasan festival tetap bersih.
Dengan terpenuhinya harapan di atas, Festival Pinisi tidak hanya menjadi pesta tahunan, tetapi dapat mempercepat pembangunan berkelanjutan berbasis budaya dan pemberdayaan masyarakat di Bulukumba, Ujarnya. (Jus)
