Soppeng, SUARAGURUSULSEL.COM – Reses I Masa Persidangan I Tahun Sidang 2025/2026. Anggota DPRD Kabupaten Soppeng dari “Partai Golkar” Hadi Wijaya Ismail, S.P”, kembali menjadi momentum penting bagi masyarakat untuk menyampaikan kebutuhan mendesak mereka.
Reses yang digelar di “Daerah Pemilihan IV Kecamatan Liliriaja–Citta” tersebut diwarnai dengan aspirasi kuat dari warga Barang Manorang, Desa Barang, Kecamatan Liliriaja, Kabupaten Soppeng, yang meminta agar akses jalan penghubung menuju Dusun Lakibong, Desa Tinco, Kecamatan Citta segera diperbaiki.
Salah seorang warga menyampaikan bahwa kondisi jalan tersebut sudah lama memprihatinkan. Saat musim hujan, jalan berubah menjadi lumpur licin dan sulit dilalui sementara di musim kemarau menjadi berdebu tebal. Warga juga mengungkapkan bahwa wilayah tersebut termasuk salah satu basis kemenangan mutlak saat Pilkada lalu.

Di TPS kami inilah kemenangan 100 persen itu, karena kecintaan kami kepada calon bupati dan wakil Bupati waktu itu. Sekarang kami berharap janji pembangunan jalan ini benar-benar diwujudkan,” ungkap salah seorang warga. Senin, (8/12/25).
Menanggapi aspirasi tersebut, Hadi Wijaya Ismail, S.P, yang merupakan Anggota DPRD Kabupaten Soppeng dari Fraksi Golongan Karya, menjelaskan bahwa perbaikan jalan Barang Manorang sebenarnya telah diusulkan sejak Tahun Anggaran 2024/2025.
Jalan ini sudah kami usulkan di DPRD. Bahkan anggarannya sudah muncul sekitar “Rp1,5 miliar, datanya sudah tayang di SIRUP dan sudah bisa dipaketkan untuk ditenderkan,” jelasnya.
Namun, lanjut Hadi Wijaya, anggaran tersebut akhirnya dibatalkan akibat adanya pemangkasan dana oleh pemerintah pusat, yang berimbas pada penyesuaian dan pengurangan anggaran di tingkat pemerintah daerah.
Pemerintah daerah terpaksa memangkas beberapa anggaran karena ada yang dianggap lebih penting untuk didahulukan,” tambahnya.
Meski demikian, Hadi Wijaya Ismail menegaskan komitmennya untuk terus mengawal aspirasi masyarakat agar perbaikan jalan tersebut kembali dapat dianggarkan pada tahun berikutnya.
Kegiatan reses ini pun menjadi bukti bahwa aspirasi masyarakat di wilayah pedesaan masih sangat membutuhkan perhatian serius, khususnya menyangkut infrastruktur dasar demi menunjang aktivitas ekonomi dan sosial warga..(SNL)
