SDN 55 Inpres Perkuat Pendidikan Karakter, Harapkan Dukungan Infrastruktur dari Pemerintah

bagikan

Majene, SUARAGURUSULSEL.COM – Dalam upaya meningkatkan mutu pendidikan, pihak sekolah terus memperkuat berbagai program pembelajaran yang berfokus pada pembentukan karakter siswa, peningkatan kualitas tenaga pendidik, serta pembenahan lingkungan sekolah. Di sisi lain, sekolah juga berharap pemerintah dapat terus memberikan dukungan bantuan infrastruktur guna menunjang proses belajar mengajar yang lebih maksimal.

Kepala SD Negeri 55 Inpres Deteng – Deteng, Majene, Sulbar, Muliana, S.Pd.SD., M.M. menjelaskan, salah satu prioritas utama yang terus dikembangkan adalah menciptakan suasana pembelajaran yang aktif, inovatif, kreatif, efektif, dan menyenangkan. Dengan lingkungan belajar yang nyaman dan menggembirakan, siswa diharapkan lebih termotivasi untuk berkembang, baik dalam bidang akademik maupun non-akademik.

“Suasana belajar yang menyenangkan sangat penting agar siswa semangat mengikuti pembelajaran dan mampu mengembangkan potensinya secara optimal,” ujar Muliana. Rabu, (22/4/2026)

Selain itu, sekolah juga terus mendorong peningkatan kompetensi guru dan tenaga kependidikan melalui program peningkatan keprofesian berkelanjutan. Langkah tersebut dilakukan agar para pendidik mampu menyesuaikan diri dengan perkembangan metode pembelajaran modern dan memberikan layanan pendidikan yang berkualitas.

Dalam mendukung proses pembelajaran, pemenuhan sarana dan prasarana sekolah juga dilakukan secara bertahap dan terukur.

Fasilitas yang memadai dinilai sangat penting untuk menciptakan kenyamanan serta efektivitas kegiatan belajar di sekolah.

Tak hanya fokus pada aspek akademik, sekolah juga menanamkan nilai-nilai karakter melalui pembiasaan sikap santun, sopan, disiplin, dan bertanggung jawab kepada peserta didik.

Pembinaan karakter tersebut diperkuat lewat kegiatan ekstrakurikuler dan bimbingan yang terarah, sehingga siswa tidak hanya unggul dalam prestasi tetapi juga memiliki kepribadian yang baik.

Program pembiasaan budaya 3K, yaitu kebersihan diri, kebersihan kelas, dan kebersihan lingkungan, serta budaya 3S berupa senyum, sapa, dan salam, juga terus diterapkan dalam kehidupan sehari-hari di sekolah. Program tersebut menjadi bagian penting dalam membangun lingkungan sekolah yang nyaman, harmonis, dan mendukung pembentukan karakter siswa.

Selain itu, sekolah juga terus membangun budaya peduli lingkungan dengan menciptakan suasana sekolah yang hijau, bersih, dan asri.

Kesadaran menjaga lingkungan ditanamkan sejak dini agar menjadi kebiasaan positif yang melekat pada diri siswa.

Di tengah upaya tersebut, pihak sekolah berharap pemerintah daerah dapat memberikan perhatian lebih terhadap kebutuhan infrastruktur pendidikan. Dalam beberapa tahun terakhir, sekolah memang telah menerima sejumlah bantuan fisik, meskipun belum mencakup seluruh kebutuhan.

Pada tahun 2024, sekolah memperoleh bantuan pembangunan laboratorium komputer bersama, rehabilitasi perpustakaan, rehabilitasi enam ruang kelas, serta pembangunan gedung laboratorium komputer baru. Kemudian pada tahun 2025, kembali dilakukan rehabilitasi total pada salah satu ruang kelas.

“Alhamdulillah, bantuan tersebut sangat membantu sekolah.
Anak-anak sekarang bisa memanfaatkan fasilitas yang ada tanpa harus pergi jauh, sehingga proses belajar menjadi lebih efektif,” jelas Muliana.

Meski demikian, masih ada beberapa kebutuhan sarana yang belum terpenuhi, salah satunya perbaikan lapangan sekolah. Saat ini kondisi lapangan dinilai belum memadai untuk mendukung kegiatan pembelajaran olahraga secara optimal.

Menurut Muliana, pembangunan fasilitas seperti lapangan membutuhkan anggaran yang cukup besar dan tidak dapat dipenuhi hanya melalui dana operasional sekolah. Karena itu, dukungan pemerintah sangat dibutuhkan agar fasilitas pendidikan di sekolah dapat terus berkembang.

“Kalau lapangan tidak memadai, pembelajaran olahraga juga tidak maksimal. Sementara kebutuhan seperti itu memerlukan anggaran besar dan tidak bisa ditanggung hanya dari dana sekolah,” ungkapnya.

Pihak sekolah berharap bantuan pembangunan infrastruktur pendidikan dapat terus berlanjut agar mutu pembelajaran semakin meningkat dan siswa dapat belajar dengan nyaman. Dengan dukungan sarana yang memadai serta pembinaan karakter yang berkelanjutan, sekolah optimistis mampu mencetak generasi yang berprestasi, berkarakter kuat, dan siap menghadapi tantangan masa depan. (R@ni)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *