Wonomulyo, SUARAGURUSULSEL.COM – UPTD SMA Negeri 1 Wonomulyo menggelar upacara bendera dalam rangka memperingati Hari Anak Nasional (HAN) ke-42 pada Kamis, (23 Juli 2026), berlangsung di halaman sekolah tersebut diikuti oleh seluruh siswa, guru, dan tenaga kependidikan dengan penuh khidmat.
Bertindak sebagai pembina upacara, Kepala UPTD SMA Negeri 1 Wonomulyo, Muhammad Hatta, S.Pd., M.Pd., membacakan pidato seragam Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Republik Indonesia.
Dalam pidato tersebut disampaikan bahwa peringatan Hari Anak Nasional ke-42 tahun 2026 mengusung tema “Sayang Anak, Lindungi dan Bangun Masa Depan.” Tema ini menegaskan bahwa setiap anak merupakan pribadi yang berharga, berhak dihormati, didengar pendapatnya, serta memperoleh perlindungan dan kesempatan untuk berkembang secara optimal.

Menteri juga menekankan bahwa anak bukan sekadar objek pembangunan, melainkan subjek pembangunan yang memiliki hak untuk berpartisipasi sesuai dengan usia dan tingkat kematangannya. Oleh karena itu, seluruh elemen masyarakat memiliki tanggung jawab bersama dalam menciptakan lingkungan yang aman, nyaman, dan mendukung tumbuh kembang anak.
Usai membacakan pidato Menteri, Muhammad Hatta menyampaikan pesan motivasi kepada seluruh peserta didik agar terus bersemangat dalam menuntut ilmu sekaligus menjaga akhlak dan karakter.
Anak-anakku, sekolah boleh tinggi, tapi akhlak harus lebih tinggi. Jadilah anak hebat yang membanggakan, bukan anak hebat yang menyakiti. Ingat, Indonesia 2045 membutuhkan kalian. Maka hari ini belajarlah seolah-olah kalian akan memimpin besok. Gagal itu wajar, menyerah itu tidak boleh. Maka bangkit dan bangkitlah,”pesannya.
Pesan tersebut disambut antusias oleh para siswa dan menjadi pengingat bahwa keberhasilan tidak hanya diukur dari prestasi akademik, tetapi juga dari akhlak mulia, semangat pantang menyerah, dan kepedulian terhadap sesama.
Melalui peringatan Hari Anak Nasional ini, UPTD SMA Negeri 1 Wonomulyo berharap seluruh peserta didik semakin termotivasi untuk menjadi generasi yang cerdas, berkarakter, serta mampu mewujudkan cita-cita Indonesia Emas 2045.
Kegiatan ini juga menjadi momentum untuk memperkuat komitmen sekolah dalam memberikan perlindungan, penghormatan terhadap hak-hak anak, serta menciptakan lingkungan belajar yang aman, ramah, dan menyenangkan bagi seluruh peserta didik.(Tim)
