Bantaeng, SUARAGURUSULSEL.COM – Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Prof. H.M. Anwar Makkatutu Bantaeng, terus melakukan pembenahan pelayanan kepada masyarakat dengan menerapkan sistem “One Stop Service” di Instalasi Gawat Darurat (IGD). Melalui sistem ini, pasien dan keluarga tidak lagi dibebani mengurus administrasi saat menjalani penanganan medis.
Direktur RSUD Prof. Dr. H. M. Anwar Makkatutu Bantaeng, dr. Yusri Lisangan, Sp.OG., M.H., M.Kes. menjelaskan bahwa pihak rumah sakit telah merekrut delapan orang petugas khusus untuk membantu seluruh proses administrasi pasien yang masuk melalui IGD.
Menurutnya, prioritas utama rumah sakit adalah memastikan pasien segera mendapatkan penanganan medis tanpa harus terganggu oleh proses administrasi.

“Begitu pasien tiba di IGD, dokter dan tenaga kesehatan akan langsung melakukan pemeriksaan, mengukur tanda-tanda vital, memasang infus bila diperlukan, serta memberikan terapi sesuai kondisi pasien. Setelah kondisi pasien stabil, seluruh urusan administrasi akan ditangani oleh tim yang telah kami siapkan,” ujarnya.
Ia menjelaskan, tim administrasi akan mengurus seluruh kebutuhan administrasi, mulai dari pendaftaran pasien, pengambilan data, pemotretan, pemindaian wajah dan sidik jari untuk keperluan BPJS Kesehatan, hingga penerbitan surat kelayakan peserta. Dengan demikian, keluarga pasien tidak perlu lagi berpindah-pindah lokasi untuk mengurus berbagai persyaratan.
“Keluarga pasien cukup datang ke bagian admisi untuk menerima edukasi kesehatan, memperoleh kartu jaga, serta menandatangani persetujuan tindakan (informed consent). Semua proses administrasi lainnya menjadi tanggung jawab petugas kami,” jelasnya.
dr. Yusri menegaskan bahwa konsep pelayanan yang diterapkan adalah “One Stop Service”, di mana seluruh proses administrasi dikerjakan oleh tim rumah sakit sehingga pasien maupun keluarga dapat lebih fokus pada proses penyembuhan.
Ia juga memastikan bahwa apabila terdapat kendala administrasi, pasien tetap akan mendapatkan pelayanan medis terlebih dahulu. Setelah itu, tim administrasi akan mendampingi dan menyelesaikan seluruh persoalan administrasi secara proaktif.
“Pelayanan kepada pasien adalah prioritas utama. Jangan sampai persoalan administrasi menghambat penanganan medis. Administrasi akan kami selesaikan sambil pasien tetap mendapatkan perawatan,” tegasnya.
Saat ini, sistem tersebut masih dalam tahap penyempurnaan dan uji coba di IGD. Manajemen rumah sakit memperkirakan proses pembenahan akan berlangsung sekitar satu hingga dua minggu hingga seluruh mekanisme berjalan optimal.
Ke depan, apabila sistem ini terbukti efektif, RSUD Bantaeng berencana mengembangkan layanan serupa ke unit pelayanan lainnya. Salah satu rencana yang tengah disiapkan adalah memberikan kemudahan bagi pasien yang baru melahirkan agar tidak perlu lagi datang ke bagian admisi untuk mengurus administrasi. Jelasnya.
Melalui inovasi pelayanan ini, RSUD Bantaeng berharap waktu pelayanan dapat menjadi lebih singkat, proses administrasi lebih sederhana, serta memberikan kenyamanan yang lebih baik bagi pasien dan keluarganya.(R@ni)
