Majene, SUARAGURUSULSEL.COM – Pemerintah Kabupaten Majene bersama Keluarga Besar Rumpun Masyarakat Poralle Salabose menggelar peringatan Maulid Nabi Besar Muhammad SAW 1448 Hijriah di pelataran Masjid Syekh Abdul Mannan, Lingkungan Salabose, Kelurahan Pangaliali, Kecamatan Banggae, Kabupaten Majene, Selasa (25/8/2026).
Kegiatan yang dimulai sekitar pukul 13.30 Wita tersebut mengusung tema “Meneladani Akhlak Rasulullah SAW untuk Mewujudkan Generasi Berakhlak Mulia, Berkarakter dan Berlandaskan Kearifan Lokal.” Peringatan berlangsung khidmat dan dihadiri sekitar 500 peserta.
Peringatan Maulid tersebut dihadiri Bupati Majene Dr. H. A. Achmad Syukri, S.E., M.M., bersama Gubernur Sulawesi Barat Dr. H. Suhardi Duka, M.M. Turut hadir Ketua Komisi I DPRD Provinsi Sulbar Dr. Syamsul Samad, S.IP., M.Si., Wakil Ketua Komisi II DPRD Provinsi Sulbar Dra. Hj. Jumiaty Andi Mahmud, Staf Ahli Bidang Ekonomi, Keuangan dan Pembangunan Daerah Setda Provinsi Sulbar Dr. H. Farid Wajdi, M.Pd., Wakil Bupati Majene Dr. Hj. Andi Rita Mariani, M.Pd., Ketua DPRD Kabupaten Majene M. Idwar, S.E., Dandim 1401/Majene Letkol Czi Aji Setyawan, S.H., M.I.P., Kapolres Majene AKBP Muhammad Amiruddin, S.I.K., Kajari Majene Andi Irfan, S.H., M.H., serta Ketua TP PKK Kabupaten Majene Hj. Najmah M.B. Fatta, S.Ag., M.M.

Sejumlah pejabat OPD tingkat provinsi dan kabupaten, tokoh agama, tokoh adat, masyarakat setempat serta tamu undangan lainnya juga turut hadir.
Rangkaian kegiatan diisi dengan lantunan sholawat, pembacaan ayat suci Al-Qur’an, prosesi pensucian benda pusaka, laporan ketua panitia, sambutan, penyampaian hikmah Maulid, hingga doa penutup.
Ketua Panitia Pelaksana, Drs. Muhammad Gaus, M.M., dalam laporannya menyampaikan bahwa peringatan Maulid di Salabose merupakan tradisi yang diwariskan secara turun-temurun.
Tradisi tersebut tidak hanya menjadi bentuk rasa syukur atas kelahiran Nabi Muhammad SAW, tetapi juga menjadi bagian dari upaya masyarakat menjaga warisan sejarah, adat dan nilai-nilai perjuangan para leluhur dalam penyebaran Islam di wilayah Majene.
Dalam sambutannya, Bupati Majene mengajak masyarakat menjadikan peringatan Maulid sebagai momentum untuk melakukan introspeksi sekaligus memperbaiki kualitas diri dengan meneladani akhlak Rasulullah SAW.
“Mari kita selalu bersyukur atas kesempatan memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW sebagai wujud kecintaan, penghormatan, dan keteladanan kepada Rasulullah SAW,” ujar Bupati.
Bupati juga mengajak seluruh masyarakat menjaga persatuan dan keutuhan daerah serta bersama-sama membangun Majene melalui semangat “Sibaliparriq Majene Rumah Kita” menuju visi Majene yang maju, mandiri dan berbudaya.
Pada kesempatan tersebut, Bupati turut mengutip pesan Ali bin Abi Thalib tentang pentingnya menumbuhkan cinta dan menghindari kebencian dalam kehidupan bermasyarakat.
Sementara itu, Gubernur Sulawesi Barat Dr. H. Suhardi Duka menegaskan bahwa Salabose memiliki posisi penting dalam sejarah dan kebudayaan masyarakat Majene.
Menurutnya, pelaksanaan Maulid di Salabose memiliki makna tersendiri karena berkaitan erat dengan penghormatan terhadap leluhur sekaligus upaya mempertahankan adat dan tradisi yang telah diwariskan dari generasi ke generasi.
“Tidak ada wilayah lain yang melaksanakan Maulid sebelum pelaksanaan Maulid di Salabose, karena memiliki makna tersendiri sebagai bentuk penghormatan terhadap leluhur serta pelestarian adat dan tradisi yang diwariskan secara turun-temurun,” kata Suhardi Duka.
Ia berharap peringatan Maulid Nabi tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial, tetapi mampu menjadi momentum mempererat silaturahmi, memperkuat persatuan dan meningkatkan keimanan serta keteladanan masyarakat terhadap Rasulullah SAW.
Hikmah Maulid disampaikan Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Majene, Drs. H. Sahlan, S.Ag., M.AP. Ia menekankan bahwa peringatan Maulid bukan semata-mata untuk mengenang kelahiran Rasulullah SAW, melainkan menjadi kesempatan untuk menerapkan akhlak beliau dalam kehidupan sehari-hari.
Nilai-nilai seperti kejujuran, amanah, kasih sayang, musyawarah dan keadilan, menurutnya, dapat berjalan seiring dengan kearifan lokal yang hidup di tengah masyarakat Mandar.
“Semoga melalui peringatan Maulid, kita mampu mengamalkan akhlak Rasulullah sehingga terwujud masyarakat yang harmonis, beradab, dan bermartabat,” tuturnya.
Peringatan Maulid Nabi Besar Muhammad SAW 1448 H di Masjid Syekh Abdul Mannan Salabose kemudian ditutup dengan Doa. Seluruh rangkaian kegiatan berakhir sekitar pukul 15.30 Wita dalam keadaan aman dan tertib.(*)
