Disdikbud Pinrang, Gelar Sosialisasi SRA Tahun 2023

bagikan

Pinrang, SUARAGURUSULSEL.COM – Pemerintah Kabupaten Pinrang, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan menggelar Sosialisasi Sekolah Ramah Anak (SRA) tahun 2023, bertempat di Aula Kantor Disdikbud Pinrang, Kamis, 7/9/2023. Kemarin

Kegiatan tersebut di pimpin langsung dan dibuka Kepala Dinas Dikbud Andi Matjtja Moenta, S.Sos, didampingi Kabid Dikdas Muhtar, S.IP, M.Si, dan ketua pelaksana Kabid PTK Hasrijal, S.Pd, M.Si, diikuti para Kepala UPT se kabupaten Pinrang, dipandu MC kondang Pinrang Andi Harisuddin, S.Pd.SD.

Andi Matjtja, pada kesempatan ini, menyampaikan bahwa tujuan kegiatan adalah bagaimana para guru dan tenaga kependidikan dapat memahami hal terkait dengan SRA ini.

“Jadi diharapkan seluruh peserta, agar mengikuti kegiatan ini dengan sebaik-baiknya, sehingga apa yang menjadi acuan dan petunjuk dalam program SRA dapat dipahami dan di Implementasikan di lingkungan sekolah masing-masing”. Ucapnya

Sementara Kabid Dikdas Muhtar, yang selaku pemateri SRA Menjelaskan secara singkat namun padat.

Sekolah Ramah Anak (SRA) bertujuan untuk menciptakan lingkungan yang aman, sehat, dan menyenangkan bagi anak sekolah,

Penerapan SRA ini tidak hanya mengandalkan peran dari pihak guru dan sekolah saja, melainkan juga dari siswa, orang tua, serta masyarakat. Jelasnya

Lebih jauh dikatakan, Pengertian Sekolah Ramah Anak Berdasarkan Panduan Permen PP dan PA No. 08 tahun 2014, dan definisi konsep SRA adalah bentuk pendidikan Formal, Nonformal, serta Informal.

Di mana sekolah memiliki sifat aman, bersih, peduli, dan berbudaya lingkungan hidup, demi menjamin, memenuhi, serta melindungi hak anak serta perlindungan anak sekolah dari segala bentuk diskriminasi dan kekerasan di bidang pendidikan. Bebernya

Selain melindungi kata Muhtar, dapat menjamin, serta memenuhi hak anak, sekolah ramah anak juga turut mendukung partisipasi anak, khususnya dalam hal perencanaan, kebijakan, pembelajaran, pengawasan, serta mekanisme pengaduan yang berkaitan dengan pemenuhan hak dan perlindungannya di sekolah dan dunia pendidikan.

Implementasi Penerapan Sekolah Ramah Anak, memiliki lima ciri, antara lain,

Adanya perlakukan adil bagi murid laki-laki dan perempuan. Perlakuan adil ini artinya memberi kasih sayang, perhatian, dan pembelajaran yang setara, tanpa membedakan agama, kondisi ekonomi, kondisi fisik, dan budaya dari anak tersebut.

Tidak hanya itu, seluruh tenaga kependidikan juga harus menghormati hak anak dan juga melindunginya.

Proses pembelajaran yang baik sehingga anak merasa nyaman.
Suasana pembelajaran harus dibuat sebaik mungkin supaya anak merasa nyaman, aman, lebih aktif dan kreatif, serta lebih percaya diri. Agar bisa tercapai, hal ini bisa dilakukan dengan menerapkan metode pembelajaran yang inovatif dan variatif.

Contohnya aktivitas pembelajaran di luar ruangan, guru menggunakan alat bantu supaya pembelajaran lebih menarik, menggunakan lingkungan sekitar sekolah untuk aktivitas pembelajaran, menggunakan permainan untuk menarik minat anak, dan lain sebagainya.

Proses pembelajaran didukung media ajar. Kegiatan belajar mengajar bisa dilakukan lewat berbagai media ajar, seperti buku, alat bantu atau peraga, dan lain-lain.

Tujuannya supaya membantu daya serap siswa dan membuat mereka lebih menarik dalam mengikuti aktivitas pembelajaran. Tutupnya (Muhar15)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *