Soppeng, SUARAGURUSULSEL.COM – Akbar Afandi, seorang aktivis pemuda di Kabupaten Soppeng, menyampaikan desakan mendesak kepada Pemerintah Kabupaten Soppeng dan anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Soppeng, khususnya Komisi II yang membidangi pembangunan dan infrastruktur.
Permintaan ini terkait kondisi jalan kabupaten sepanjang kurang lebih 3 kilometer yang terletak di Desa Kebo, Kecamatan kecamatan Lilirilau kabupaten Soppeng, yang kondisinya semakin memprihatinkan.
Dalam pernyataannya, Akbar Afandi alias Akbar gantenk saat ditemui di salah satu warkop di kelurahan pajalesang kecamatan Lilirilau kabupaten Soppeng, Kamis (8/5/2025).
Akbar Afandi menyoroti betapa buruknya kondisi jalan tersebut, terutama saat memasuki musim hujan maupun musim kemarau. Menurutnya, di musim hujan, jalan berubah menjadi kubangan lumpur yang menyulitkan akses transportasi warga dan berpotensi membahayakan keselamatan pengguna jalan. Sementara di musim kemarau, debu tebal yang beterbangan mengganggu kesehatan dan aktivitas sehari-hari masyarakat.
“Kondisi jalan di Desa Kebo ini sudah sangat memprihatinkan dan berlangsung cukup lama, masyarakat kesulitan beraktivitas, baik untuk keperluan ekonomi, pendidikan, maupun kesehatan. Saat hujan, jalan berlumpur dan licin, rawan kecelakaan. Saat kemarau, debunya sangat mengganggu,” ujar Akbar gantenk dengan nada tegas.
Akbar Afandi menekankan bahwa infrastruktur jalan yang layak merupakan salah satu kebutuhan dasar masyarakat dan memiliki peran vital dalam meningkatkan perekonomian serta kualitas hidup warga desa. Dirinya menilai, kondisi jalan yang rusak parah di Desa Kebo telah menghambat mobilitas warga dan berpotensi menghambat perkembangan desa secara keseluruhan.
“Kami meminta dengan hormat kepada Bapak Bupati Soppeng dan para anggota DPRD Soppeng, khususnya Komisi II yang memiliki kewenangan di bidang ini, untuk memberikan perhatian serius dan memprioritaskan pembangunan atau perbaikan jalan kabupaten di Desa Kebo ini,” lanjut Akbar Afandi.
“Panjang jalan yang kurang lebih 3 kilometer ini bukanlah jarak yang terlalu panjang, namun dampaknya bagi masyarakat Desa Kebo sangatlah besar.” Jelasnya
Lebih lanjut, Akbar Afandi berharap agar pemerintah kabupaten dan DPRD segera melakukan survei lapangan dan mengalokasikan anggaran yang memadai untuk perbaikan jalan tersebut dalam waktu dekat.
Ia juga menawarkan diri bersama elemen pemuda lainnya untuk ikut mengawasi proses pembangunan atau perbaikan jalan agar berjalan sesuai rencana dan berkualitas.
“Kami sebagai pemuda Soppeng memiliki kepedulian terhadap kondisi daerah kami. Kami siap berkolaborasi dengan pemerintah dan DPRD untuk memastikan pembangunan di Soppeng berjalan dengan baik dan merata, termasuk perbaikan infrastruktur jalan di Desa Kebo ini,” pungkas Akbar Afandi.
Permintaan ini diharapkan dapat menjadi perhatian serius bagi Pemerintah Kabupaten Soppeng dan DPRD Soppeng, sehingga keluhan masyarakat Desa Kebo terkait kondisi jalan yang memprihatinkan dapat segera teratasi.( Tim )
