Bulukumba, SUARAGURUSULSEL.COM – PGRI Cabang Bontobahari Kerjasama KKKS menyelenggarakan Workshop dengan tema Implementasi Strategi Pembelajaran Mendalam ( PM) dan Interaktif Untuk Meningkatkan Kualitas Pembelajaran Guru di SD Negeri 348 Doajang, Kecamatan Bontobahari, Kegiatan ini dihadiri oleh kepala sekolah SD dan SMP beserta dua guru dari masing-masing sekolah se-Kecamatan Bontobahari, Kamis, (12/3/2026).
Workshop ini menghadirkan narasumber dan pembicara terkemuka. Di antaranya, Ketua PGRI Kabupaten Bulukumba, Hj. Andi Hamrina A. Muri, S.Pd., M.Si., yang juga menjabat sebagai Kepala Dinas Pariwisata, Pemuda, dan Olahraga Kabupaten Bulukumba. Turut hadir pula Pengawas Pembina Satuan Pendidikan, Yusuf Habta, S.Pd., M.Pd., serta narasumber Andi Rafiuddin, S.Pd., M.M., dan Suhardi, S.Pd. Gr.

Ketua PGRI Cabang Bontobahari, Drs. Burhanuddin, M.M., bersama dengan pengurus Inti PGRI Cabang Bontobahari juga turut menyambut kedatangan peserta. Beberapa di antaranya termasuk Ketua KKKS Kecamatan Bontobahari, Muhammad Arif T., S.Pd., M.Pd., Wakil Ketua Muhammad Yusran, S.Pd., M.Pd., Sekretaris H. Akhmad Darwin, S.Pd., dan Bendahara Hj. Harniati, S.Pd.
Workshop ini diikuti oleh peserta yang berasal dari 26 SD dan 6 SMP/SATAP se-Kecamatan Bontobahari.
Ketua PGRI Bululukumba, Hj.Hamrina A. Muri dalam sambutannya menegaskan, bahwa kegiatan semacam ini sangat penting untuk meningkatkan kualitas dan kompetensi guru untuk terus berinovasi dan kreatif di sekolah-sekolah di Kecamatan Bontobahari.
Hj. A. Hamrina juga mengingatkan peserta untuk mempersiapkan diri dalam menghadapi Porsenijar yang akan digelar di Sidrap pada bulan Juli mendatang. “Teman-teman yang memiliki potensi agar segera mendaftar dan diseleksi di tingkat kabupaten untuk mewakili PGRI Bulukumba. Kita harus memiliki target juara, minimal juara 3,” tambahnya.
Andi Rifandy Ardan, S. Pd menginisiasi kegiatan workshop ini bisa dilaksanakan setiap sekali setahun dengan tema yang berbeda, agar marwah pendidikan lebih mengedepankan ilmu dan teknologi serta meningkatkan kompetensi baik pedagogi maupun kompetensi keprofesionalan,
Selain itu, kegiatan workshop ini baru pertama kalinya di laksanakan di Tingkat Kecamatan Bontobahari, berharap kecamatan lain menyusul dengan menggunakan baju seragam batik PGRI, ini merupakan langkah awal dan saling kolaborasi dan kerjasama yang baik dalam berorganisasi demi kemajuan dan kepatutan, rasa empati terhadap organisasi besar di dunia pendidikan, kegiatan workshop ini juga membuka ruang komunikasi yang efektif dan silaturahmi tetap terjaga dengan baik, momen yang sangat tepat di bulan suci ramadan. Ungkapnya.
Ketua PGRI Cabang Bontobahari, Burhanuddin, berharap ilmu yang diperoleh dalam workshop ini dapat langsung diterapkan di sekolah masing-masing. “InsyaAllah, kami akan terus berkolaborasi dengan Ketua KKKS untuk memantau dan mengevaluasi segala kegiatan ke depan, guna meningkatkan kualitas pendidikan dan peningkatan kompetensi anggota PGRI,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua KKKS Bontobahari berharap kegiatan di tingkat gugus ini dapat difokuskan pada penerapan materi yang telah diberikan di kelas. “Kami berharap para peserta dapat mengimplementasikan materi yang diberikan dengan lebih efektif di lingkungan kelas masing-masing,” kata Muhammad Arif T., S.Pd., M.Pd.
Penyajian materi dalam workshop ini berlangsung hingga pukul 17:00 WITA, diikuti dengan acara buka puasa bersama yang digelar di Kampoeng Nelayan. Kegiatan ini menandai komitmen PGRI dalam meningkatkan kualitas pendidikan di Kecamatan Bontobahari dan menjadi wadah untuk mempererat kolaborasi antara berbagai pihak dalam dunia pendidikan. (#A@)
