Pinrang, SUARAGURUSULSEL.COM – Di balik suksesnya pelaksanaan kurban di SMKN 7 Pinrang (Smekju) pada Kamis (28/5/26), ada cerita inspiratif tentang soliditas para gurunya. Melalui sistem kolaborasi dan patungan, para tenaga pendidik di sekolah ini sukses mempertahankan tradisi “Smekju Berqurban” selama 9 tahun berturut-turut sejak 2018.
Pemandangan lapangan SMK Negeri 7 Pinrang yang bertepatan dengan 11 Zulhijjah riuh oleh panitia yang bahu-membahu melakukan pemotongan hewan kurban. Menariknya, seluruh hewan kurban ini lahir dari kantong pribadi para guru yang membentuk kelompok khusus.
Bendahara Smekju Berqurban, Sarinah, S.Pd., Gr., mengungkapkan bahwa kunci utama dari bertahannya program ini selama hampir satu dekade adalah rasa syukur yang diwujudkan dalam aksi nyata.

“Sebagai wujud kesyukuran, kami para guru berkolaborasi membentuk kelompok sohibul qurban. Lewat wadah ini, kami bisa saling menopang agar ibadah kurban ini tidak terasa berat dan bisa rutin setiap tahun,” ujar Sarinah.
Hal senada disampaikan oleh Ketua Panitia, Jumadil, S.Pd., M.Pd. Ia mengenang bagaimana gerakan yang mereka inisiasi sejak 2018 lalu ini bisa tetap eksis ditengah berbagai perubahan.
“Kami sangat bersyukur bisa kembali melakukan pemotongan. Sejak 2018 kami inisiasi kegiatan ini, dan insya Allah, melihat semangat kebersamaan teman-teman, program ini akan terus berlangsung untuk tahun-tahun kedepannya,” kata Jumadil di sela-sela kegiatan.
Aksi kompak para guru ini mendapat acungan jempol dari Kepala SMKN 7 Pinrang, Dedi Setiawan. Bagi Dedi, apa yang dilakukan oleh para guru di sekolahnya adalah contoh konkret dari kompetensi sosial yang harus melekat pada profesi pendidik. Guru tidak hanya mengajar di kelas, tetapi juga memberi teladan di masyarakat.
“Kegiatan ini adalah wujud kompetensi sosial kami sebagai guru. Berkurban dan berbagi dengan Stakeholder sekolah. Kami ingin menunjukkan bahwa sekolah adalah bagian dari masyarakat yang saling peduli,” tegas Dedi.
Dedi juga berharap kolaborasi antar-guru ini bisa menular ke aspek-aspek sekolah lainnya dan program kurban ini terus terjaga. “Berharap kegiatan ini bisa terus berlanjut,” kuncinya.
Daging kurban yang terkumpul dari hasil kolaborasi para guru ini pun langsung didistribusikan kepada seluruh stakeholder sekolah, mulai dari pegawai, si siswa, hingga masyarakat sekitar yang membutuhkan, sebagai bukti bahwa dari kerja sama guru, dampaknya bisa dirasakan oleh semua. (Hunassmk7)
