5 Ruang Kelas SDN Salule Rusak Parah, Masyarakat Harapkan Pemda Peduli Kondisi Sekolah

bagikan

Pasangkayu, SUARAGURUSULSEL.COM – Sebanyak lima Ruang Kelas Belajar (RKB) di SD Negeri Salule, Dusun Salule, Desa Pangian, Kecamatan Bambalamotu, Kabupaten Pasangkayu, Sulawesi Barat, dilaporkan mengalami kerusakan parah dan dinilai sudah tidak layak digunakan untuk proses belajar mengajar. Sabtu, (13/6/2026).

Kondisi bangunan sekolah tersebut memprihatinkan. Sejumlah bagian plafon terlihat jebol, dinding bangunan mengalami keretakan dan kerontokan, sementara beberapa kaca jendela telah pecah. Bahkan pada salah satu sisi bangunan, dinding yang rusak terpaksa ditutupi menggunakan papan.

Meski demikian, ruang kelas tersebut masih digunakan oleh siswa dan guru untuk kegiatan belajar mengajar, sehingga dikhawatirkan dapat membahayakan keselamatan warga sekolah.

Menariknya, Pemerintah Desa Pangian diduga tidak mengetahui kondisi sebenarnya dari bangunan sekolah tersebut. Hal itu terungkap dari pernyataan Sekretaris Desa Pangian, Asdi Sidik, S.IP, saat ditemui di kantornya pada Rabu (10/6/2026) kemarin.

Menurut Asdi Sidik, kondisi ruang kelas SD Negeri Salule masih dalam keadaan baik dan tidak mengalami permasalahan berarti. Ia juga menyebut bahwa pada tahun 2024 sekolah tersebut telah mendapatkan bantuan pembangunan dari instansi terkait.

“Kondisi bangunan ruang kelas belajar di SDN Salule baik dan tidak ada masalah. Tahun ini pihak sekolah hanya mengusulkan bantuan pagar sekolah, tidak ada usulan pembangunan RKB. Kami juga sudah melaksanakan musyawarah desa dan dilanjutkan ke tingkat kecamatan,” ujar Asdi Sidik.

Ia juga mengaku bahwa Pemerintah Desa Pangian bersama Tim Makanan Bergizi Gratis (MBG) belum lama ini telah melakukan kunjungan ke sejumlah sekolah di wilayah desa tersebut, termasuk SD Negeri Salule, guna memastikan kesiapan sekolah sebagai penerima program MBG.

“Kami bersama Tim MBG telah mengunjungi sekolah-sekolah di Desa Pangian, termasuk SDN Salule, untuk memantau dan memastikan kesiapan sekolah sebagai penerima manfaat program Makanan Bergizi Gratis,” katanya.

Namun, keterangan tersebut berbanding terbalik dengan fakta yang ditemukan di lapangan. Berdasarkan hasil pantauan wartawan(Gema Suara Guru) serta keterangan sejumlah orang tua siswa, kondisi bangunan SD Negeri Salule justru menunjukkan kerusakan yang cukup serius.

Dari hasil pemantauan , lima ruang kelas di sekolah tersebut terlihat tidak layak digunakan. Kerusakan tampak pada plafon yang jebol, dinding yang retak dan rontok, serta kaca jendela yang pecah di beberapa bagian.

Hingga berita ini diterbitkan, Kepala SD Negeri Salule, Suhatman, S.Pd., belum memberikan keterangan resmi terkait kondisi bangunan sekolah tersebut. Saat dihubungi melalui WhatsApp, ia mengaku belum dapat memberikan konfirmasi karena sedang menghadiri acara keluarga.

“Saya sibuk karena ada acara pernikahan keponakan saya. Nanti saya hubungi kembali jika sudah tidak sibuk karena masih ada tamu dari Mamuju,” tulis Suhatman melalui pesan singkat nya.

Masyarakat dan orang tua siswa berharap pemerintah daerah serta instansi terkait segera melakukan peninjauan dan perbaikan terhadap bangunan sekolah tersebut agar proses belajar mengajar dapat berlangsung dengan aman dan nyaman.(Awal)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *