Soppeng, SUARAGURUSULSEL.COM – Upaya menciptakan lingkungan belajar yang lebih menarik dilakukan SD Negeri 210 Sanrangeng, Kecamatan Liliriaja, Kabupaten Soppeng, melalui penataan Taman Literasi dan Numerasi. Senin (7/9/2026).
Berbeda dengan lorong sekolah pada umumnya, lorong di antara bangunan kelas SDN 210 Sanrangeng kini dimanfaatkan sebagai bagian dari ruang belajar siswa. Berbagai media pembelajaran ditempatkan di sepanjang lorong, mulai dari pengenalan abjad, angka, hingga materi Aksara Lontara.
Taman Literasi dan Numerasi tersebut dibangun melalui kerja bersama antara guru, tenaga kependidikan, serta orang tua dan wali murid. Lingkungan sekolah yang sebelumnya hanya berfungsi sebagai akses menuju ruang kelas kini dimanfaatkan sebagai media pembelajaran.

Aktivitas di taman tersebut tidak hanya berfokus pada kegiatan membaca. Siswa juga dapat belajar mengenal abjad dan Aksara Lontara, melakukan permainan numerasi, hingga mengikuti kegiatan pembelajaran yang memadukan permainan dengan materi pelajaran.
Salah satu kegiatan yang dimanfaatkan adalah permainan tradisional Kadendeng. Permainan tersebut dikaitkan dengan pembelajaran Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan (PJOK).
Selain itu, terdapat pula kegiatan pengukuran yang mengajak siswa berinteraksi langsung dengan benda maupun ruang yang berada di lingkungan sekolah.
Koordinator Taman Literasi dan Numerasi SDN 210 Sanrangeng, Aswan, mengatakan penataan taman dilakukan dengan melibatkan berbagai unsur warga sekolah, termasuk orang tua siswa.
“Guru, tenaga kependidikan, dan orang tua saling membantu sesuai kemampuan masing-masing. Apa yang ada di lingkungan sekolah kami manfaatkan untuk mendukung kegiatan belajar anak-anak,” kata Aswan.
Menurutnya, keberadaan taman tersebut diharapkan memberikan pilihan ruang belajar bagi siswa sehingga proses pembelajaran tidak hanya berlangsung di dalam kelas.
“Anak-anak bisa membaca, berhitung, bermain, berdiskusi dan belajar melalui lingkungan sekolah. Jadi media yang ada di taman ini memang kami arahkan untuk digunakan dalam kegiatan mereka,” ujarnya.
Sejumlah media pembelajaran ditempatkan pada bagian yang mudah dilihat dan dijangkau siswa. Dengan demikian, materi yang terdapat di taman dapat dimanfaatkan bersamaan dengan kegiatan pembelajaran yang diberikan oleh guru.
Kepala SDN 210 Sanrangeng, Hj. Muliyati, mengapresiasi keterlibatan guru, tenaga kependidikan, serta orang tua dalam mewujudkan taman tersebut.
Ini hasil kerja bersama. Guru, tenaga kependidikan dan orang tua memberikan waktu, tenaga dan dukungan untuk mewujudkannya. Kami berharap taman ini terus dimanfaatkan dalam kegiatan belajar anak-anak,” kata Hj. Muliyati.
Upaya tersebut turut mengantarkan SDN 210 Sanrangeng masuk dalam “enam besar penilaian Taman Literasi dan Numerasi tingkat Kabupaten Soppeng”.
Tim penilai dari Dinas Pendidikan Kabupaten Soppeng telah melakukan kunjungan lapangan ke sekolah tersebut. Penilaian dilakukan dengan melihat langsung kondisi taman serta pemanfaatannya dalam mendukung kegiatan belajar siswa.
Bagi SDN 210 Sanrangeng, masuk enam besar menjadi catatan tersendiri bagi sekolah dan seluruh warga yang terlibat dalam penataan taman.
Lorong sekolah yang sebelumnya hanya berfungsi sebagai jalur menuju ruang kelas kini memiliki fungsi tambahan sebagai ruang belajar. Media pembelajaran yang ditempatkan di sepanjang lorong dapat ditemui siswa dalam aktivitas sehari-hari, sementara sejumlah permainan dan kegiatan dimanfaatkan guru untuk menghadirkan pembelajaran di luar ruang kelas.
Keterlibatan orang tua juga menjadi bagian penting dalam proses tersebut. Mereka turut memberikan waktu, tenaga, dan dukungan bersama guru serta tenaga kependidikan dalam menata lingkungan sekolah.
Kini, Taman Literasi dan Numerasi SDN 210 Sanrangeng menjadi salah satu bagian dari lingkungan belajar yang dimanfaatkan sekolah. Selain memberikan ruang belajar alternatif bagi siswa, keberadaan taman tersebut juga menjadi bagian dari upaya sekolah untuk yang nyaman dan santai bagi seluruh siswa-siswi. (Snl)
