Masyarakat Soppeng Minta Tarif IndiHome Dikurangi, Imbas Pemadaman Listrik Bergilir

bagikan

Soppeng, SUARAGURUSULSEL.COM – Masyarakat Kabupaten Soppeng meminta adanya perhatian dari pihak penyedia layanan internet IndiHome terkait pembayaran berlangganan bulanan di tengah kondisi pemadaman listrik bergilir yang terjadi hampir setiap hari. Jumat (25/9/2026).

Pemadaman listrik yang berlangsung sekitar dua hingga empat jam dinilai berdampak langsung terhadap aktivitas masyarakat yang menggunakan layanan internet untuk bekerja, belajar, berkomunikasi hingga menjalankan usaha secara daring.

Sejumlah masyarakat menilai, ketika listrik padam dalam waktu cukup lama, layanan internet berbasis jaringan rumah juga tidak dapat digunakan secara normal. Kondisi tersebut membuat pelanggan merasa perlu adanya kebijakan atau kompensasi yang sepadan, terutama apabila pemadaman berlangsung berulang kali dalam satu bulan.

“Kalau listrik padam sampai dua, tiga bahkan empat jam, otomatis internet di rumah tidak bisa digunakan seperti biasa. Sementara pembayaran IndiHome tetap berjalan penuh setiap bulan. Kami berharap ada kebijakan untuk pelanggan di Soppeng,” ujar salah seorang warga yang meminta namanya tidak disebutkan.

Menurut masyarakat, persoalan tersebut bukan semata-mata mengenai besaran biaya berlangganan, tetapi berkaitan dengan kualitas layanan yang diterima pelanggan. Ketika akses internet tidak dapat digunakan akibat gangguan pasokan listrik, pelanggan berharap ada mekanisme penyesuaian atau bentuk kompensasi yang jelas sesuai ketentuan layanan.

Terlebih, penggunaan internet saat ini sudah menjadi kebutuhan bagi banyak masyarakat. Pelajar membutuhkan koneksi internet untuk pembelajaran, pekerja menggunakannya untuk aktivitas kantor, sementara pelaku usaha memanfaatkannya untuk transaksi dan komunikasi dengan pelanggan.

Masyarakat juga berharap pihak IndiHome/Telkom dapat memberikan penjelasan mengenai mekanisme kompensasi apabila pelanggan mengalami gangguan layanan akibat kondisi yang menyebabkan layanan internet tidak dapat digunakan dalam waktu cukup lama.

Di sisi lain, pemadaman listrik merupakan persoalan tersendiri yang berkaitan dengan pasokan dan pelayanan ketenagalistrikan. Karena itu, masyarakat berharap persoalan tersebut dapat menjadi perhatian bersama antara penyedia listrik, penyedia layanan internet dan pelanggan.

“Kalau memang ada aturan mengenai kompensasi atau pengurangan tagihan ketika layanan tidak bisa digunakan dalam waktu tertentu, kami berharap pelanggan di Soppeng diberikan informasi yang jelas. Jangan sampai masyarakat terus membayar penuh sementara layanan tidak bisa digunakan karena kondisi yang terjadi berulang,” tambah warga tersebut.

Masyarakat Soppeng berharap pihak terkait dapat membuka ruang komunikasi dan memberikan solusi yang adil bagi pelanggan, khususnya selama pemadaman listrik bergilir masih terjadi.(SNL)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *