Diseminasi Model Pembelajaran Bahasa dan Sastra Makassar di Kec. Batara

bagikan

Jeneponto, SUARAGURUSULSEL.COM – Bahasa Daerah Makassar merupakan bahasa ibu kita. Bahasa bagi Suku Makassar yang terbentang mulai dari Kabupaten Maros, Kotamadya Makassar, Kabupaten Gowa, Takalar, Jeneponto, Bantaeng, Selayar, sebahagian Kabupaten Bulukumba dan sebahagian pula di Kabupaten Pangkajene Kepulauan. Suku Makassar merupakan suku kedua terbesar di Daerah Sulawesi Selatan setelah Suku Bugis.

Jadi seharusnya Bahasa Daerah Makassar itu kita kembangkan dan lestarikan, karena sepertinya Bahasa Daerah Makassar semakin hari semakin redup, tenggelam di permukaan bumi terkhusus lagi di daerah kita yang tercinta Bumi Turatea. Anak-anak kita sekarang yang masih berstatus pelajar mulai dari SD sampai dengan Sekolah lanjutan atas dan bahkan sudah mahasiswa agak susah menggunakan Bahasa Daerah Makassar dalam berkomunikasi.

Hal ini terjadi karena di rumah pada umumnya kita menggunakan Bahasa Indonesia sebagai bahasa pengantar. Tak peduli keluarga berpendidikan atau masih buta huruf. Anak-anak kita sewaktu bermain di luar rumah juga berbahasa Indonesia, di sekolah juga demikian adanya.

Oleh karena itu, Balai Bahasa Provinsi Sulawesi Selatan mengadakan Pelatihan Training Of Trainers (ToT), tentang bagaimana menumbuhkembangkan kembali pembelajaran Bahasa Makassar di satuan pendidikan khususnya di Sekolah Dasar dan Sekolah menengah Pertama.

Kegiatan ini berlangsung selama empat hari mulai dari tanggal (22 sampai 25) September 2021 di Novotel Hotel. Setiap kabupaten/kota mengirimkan 5 orang peserta yang terdiri dari Pengawas SD/SMP, Guru SD dan SMP.

Dari Kabupaten Jeneponto pesertanya ialah 1. Hj. Saming, S.Pd., M.Si. (Pengawas SMP), 2. Arsyad, s.Pd. (Guru SMP Tamalatea), 3. Cahirul Amri, S.Pd. (Guru SMP 2 Batang), 4. Hajrawati, S.Pd. (Guru SD 48 Bonto Sunggu Kota), 5. Trismayani, S.Pd. (Guru SD Kec. Bangkala). Kelima peserta tersebut menjadi Guru Master dan diamanahkan untuk mendiseminasikan kepada seluruh guru SD maupun SMP yang berada dalam lingkup Kabupaten Jeneponto.

Diseminasi Bahasa dan Sastra Bahasa Daerah Makassar ini dilaksanakan secara perkecamatan mulai dari Kecamatan Binamu, Bangkala dan Bangkala Barat, Tamalatea dan Bontoramba, Batang, Tarowang dan Arungkeke, dan seterusnya. Pesertanya adalah guru perwakilan masing-masing satuan pendidikan.

Terkhusus di Wilayah Kecamatan Batang, Tarowang dan Kecamatan Arungkeke (BATARA) berlangsung di UPT SDN 12 Batang Jeneponto yang diikuti 48 orang peserta masing-masing utusan dari Kecamatan Batang 16 orang, Kecamatan Tarowang 18 orang, dan Kecamatan Arungkeke 14 orang. Rabu, 10/11/2021

Acara diseminasi Model Pembelajaran Bahasa dan Sastra Bahasa Daerah Makassar ini dibuka secara resmi Kasi Kurikulum Bidang Pembinaan Dikdas Dinas Pendidikan dan Kebudayaan kabupaten Jeneponto, Kathli, S.Sos., mewakili Bapak mewakili Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Jeneponto.

Kathli pada kesempatan itu menyampaikan bahwa Bahasa daerah Makassar sekarang ini agak susah digunakan oleh anak-anak kita karena sudah tidak terbiasa menggunakannya mulai dirumah, disekolah dan di lingkungan masyarakat. Anak-anak kita boleh dikata tidak tahu lagi budaya sinrilik, mungkin karena pengaruh teknologi dan budaya dari luar. Oleh karena itu dengan adanya “ Diseminasi Bahasa dan Sastra Makassar” didarapkan akan dapat menumbuhkembangkan Bahasa dan sastra Makassar di Sulawesi Selatan dan lebih khusus lagi di Kabupaten Jeneponto. jelasnya.

Lebih jauh ia mengatakan bahwa setelah kegiatan ini akan ada tindak lanjutnya berupa Lomba Baca Puisi, Mendongeng dan Berpidato dalam Bahasa Makassar dalam waktu dekat, yaitu sekitar awal bulan Desember 2021 yang akan datang, imbuhnya.

Selama berlangsungnya kegiatan desiminasi tersebut, para peserta dari tiga Kecamatan, tampak antusias mengikuti hingga akhir dari seluruh materi yang diagendakan pelaksana kegiatan. (Hj. Emmy).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *