RESKI RAHMADANI, Sang Juara Catur Siswa SMPN SATAP 8 ALLA

bagikan

Enrekang, SUARAGURUSULSEL.COM – Prestasi demi prestasi terus diraih oleh SMPN Negeri Satap 8 Alla Kecamatan Masalle, Kabupaten Enrekang, kini salah seorang siswa berhasil menoreh prestasi gemilang pada ajang Turnamen Catur Putri Se-Sulawesi Selatan katagori usia 6-14 tahun, dengan menyabet Juara 1 dalam memperingati hari ulang tahun Ketua PERCASI Sulawesi Selatan, Dr. H. Hamka, SH, M.H.

Turnamen ini dilaksanakan pada tanggal (9 Oktober 2021) di Posko Sekretariat Pengprov Percasi Sulawesi Selatan Jl. Faisal II, No.1 Makassar, yang dilaksanakan dalam dua katagori, yaitu kategori putri yaitu usia 4-16 tahun dan kategori open 15 tahun ke atas dengan nomer pertandingan catur cepat 25 menit perbabak.

Sebelum perhelatan ini diadakan pula Pertandingan Catur Kapolres Cup ke-IV pada tingkat kabupaten Enrekang. Siswa yang bernama Reski Rahmadani AR. ini berhasil meraih juara dua mengalahkan lawan-lawannya dan berhak mewakili kabupaten Enrekang ke Tingkat provinsi.

Reski Rahmadani AR. merupakan siswa kelas VII pada tahun ajaran 2021/2022 ini. Putri ke-empat dari pasangan Ancong Rangan dan Nurhidayanti ini adalah anak bungsu dari keluarga ini, dapat meraih juara di tingkat provinsi adalah prestasi keduanya setelah menjadi juara di tingkat kabupaten.

Dalam kesehariannya, Reski adalah siswa yang pendiam, tidak banyak tingkah, dan sopan, bahkan sebelum menjadi juara pada lomba catur tersebut, siswa ini benar-benar tidak menonjol, nyaris tidak dikenal oleh sebagian besar guru dan teman-temannya dan ia baru dikenal setelah meraih juara.

Bapaknya adalah orang yang paling berjasa melatihnya sehingga meraih prestasi luar biasa ini. Tidak ada pelatih professional khusus yang melatihnya sehari-hari, hanya pada saat berjibaku mengikuti lomba mulai dari tingkat kabupaten hingga provinsi dia dilatih oleh tenaga professional tersebut.

Bermain catur merupakan hobinya dari sejak kecil. Kesehariannya banyak diisi dengan bermain catur bersama keluarga untuk mengisi waktu luang. Dari sinilah minatnya terhadap catur semakin besar dan semakin terasah. Keberaniannya mengikuti lomba patut diacungi jempol. Pada kesempatan pertama lomba langsung meraih juara 2 tingkat kabupaten dan dilanjutkan dengan menjadi wakil ke tingkat provinsi dan berhasil menjadi juara 1.
Bungsu dari empat bersaudara ini merupakan anak seorang petani dari desa Mundan, Kecamatan Masalle, Kabupaten Enrekang. Ketika ditanyakan cita-citanya, ternyata sangat jauh dari kesukaannya yaitu dunia catur. Ia ingin menjadi seorang Polisi Wanita atau POLWAN.

Bertempat tinggal jauh dari perkotaan, nun di pelosok di antara gunung-gunung dan lembah tidak membuatnya kalah dari anak-anak kota. Ia bisa meraih prestasi mengagumkan bukan hanya di lingkungannya saja, bahkan ia mengharumkan nama kabupaten Enrekang secara umum, sekolah dan keluarga, dapat dikatakan ia mengalahkan sebagian besar anak-anak seumurannya.

Olahraga catur merupakan cabang olahraga yang prestise, tidak semua orang bisa memainkannya, bahkan sekedar menyukai permainan ini saja sepertinya agak sulit, Permainan ini benar-benar mengandalkan kemampuan berpikir yang membutuhkan konsentrasi tinggi, Bagaimana mengalahkan lawan melalui strategi yang mumpuni.

Tidak mudah untuk menarik minat seseorang untuk memainkan permaianan ini, apalagi di kalangan remaja. Di mana di tengah gempuran permainan yang jauh lebih canggih dan dengan mudah diunduh di playstore di ponsel masing-masing, atau di laptop dan desktop.

Belajar dari seorang remaja seperti Reski yang begitu menikmati permainan ini hingga ia meraih juara dan sangat mengagumkan, diharapkan dapat menginspirasi dan memotivasi siswa-siswa lainnya yang saat ini hanya tergila-gila pada games di ponsel, tapi Reski justeru lebih memilih mengasah otaknya melalui permainan catur.

Sementara orangtuapun diharapkan dapat mengarahkan minat dan bakat anak-anaknya, karena orangtua sangat besar pengaruhnya, terhadap perkembangan anak, karena anak anak dilahirkan seperti secarik kertas putih polos, dan orangtuanyalah yang mewarnainya sejak dilahirkan, sehingga orangtua memiliki tanggungjawab besar disamping juga pengaruh lingkungan dapat menyebabkan anak-anak salah arah, namun tentunya orangtua yang bijak tidak akan membiarkan atau melepaskan anak-anaknya begitu saja mencari jati diri mereka.

Darmawati S.Pd, Guru SMP Negeri Satap 8 Alla Kecamatan Masalle, Kabupaten Enrekang saat dimintai tanggapannya mengatakan bahwa Reski Rahmadani adalah contoh remaja yang bisa dengan cepat mengenal dirinya, ia tahu dengan pasti apa bakat dan minatnya, diharapkan kepada siswa-siswa lainnya disekolah ini dapat berkaca dan menjadikan motivasi dari apa yang diraih oleh temannya, sehingga kedepan akan banyak menyususl reski-reski yang lain disekolah ini, termasuk diseluruh penjuru wilayah Indonesia, harapnya. Kamis, 11/11/2021 via pesan singkat (Darmawati)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *