Enrekang, SUARAGURUSULSEL.COM – Selasa, (9/11/202), telah berlangsung kegiatan Workshop Penerapan Model Pembelajaran Discovery Learning bertempat di Aula UPT SMP Negeri 4 Alla Kabupaten Enrekang provinsi Sulawesi Selatan dibuka Kepala SMP Negeri 4 Alla, Sultan, S.Pd., M.Pd. Kemarin
Pada kesempatan itu, Sultan M.Pd., dalam sambutannya mengatakan bahwa seorang guru harus mempunyai kompetensi profesional dan pedagogik yang harus selalu disegarkan atau diupdate setiap saat supaya tidak ketinggalan Zaman. Terangnya.
Koordinator Panitia Sri Murwanto, S.Pd., M.Pd menyampaikan bahwa tujuan kegiatan workshop ini antara lain adalah meningkatkan kemampuan guru-guru SMP Negeri 4 Alla Enrekang dalam memahami Model Pembelajaran Discovery Learning, meningkatkan kemampuan guru-guru SMP Negeri 4 Alla Enrekang dalam memahami dan menyusun Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) dengan menerapkan model pembelajaran Discovery Learning. Dan meningkatkan kemampuan guru-guru SMP Negeri 4 Alla Enrekang dalam menerapkan Model Pembelajaran Discovery Learning di kelas. Katanya.

Lebih jauh disampaikan bahwa peserta workshop adalah guru-guru mata pelajaran di UPT SMP Negeri 4 Alla dengan jumlah 28 Orang, sedangkan panitia workshop adalah guru-guru yang bukan guru mata pelajaran dan tenaga kependidikan. Jelasnya.
Nara Sumber atau Pemateri kegiatan workshop ini lanjut Murwanto didatangkan dari tenaga yang berkualitas dan berkompeten dalam bidangnya yakni M. Syawal Wandi, S.Pd., Kepala SMP Negeri 5 Alla Kabupaten Enrekang dengan materi workshop, Model Pembelajaran Discovery Learning dan Penyusunan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) Model Pembelajaran Discovery Learning, Peer Teaching Penerapan Model Pembelajaran Discovery Learning. Tambahnya.
Usai acara pembukaan, dilanjutkan dengan materi pertama, dimateri ini Narasumber memaparkan tentang Discovery learning.

Dijelaskannya bahwa Discovery learning adalah model pembelajaran yang membantu peserta didik untuk mengalami dan menemukan pengetahuannya sendiri. Sintak atau fase-fase dalam Model Pembelajaran Discovery Learning antara lain Stimulation (stimulus/rangsangan), Problem statement (pernyataan/identifikasi masalah), Data collection (pengumpulan data), Data processing (pengolahan data), Verification (pembuktian), dan Generalization (generalisasi/Kesimpulan),
Selanjutnya Narasumber juga memaparkan materi kedua, tentang Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP).
Dimateri ini, Ia mengatakan bahwa Rencana Pelaksanaan Pembelajaran atau RPP adalah rencana kegiatan pembelajaran tatap muka untuk satu pertemuan atau lebih. Berdasarkan Surat Edaran Menteri Pendidikan No 14 Tahun 2019, Komponen RPP adalah: Tujuan Pembelajaran, Kegiatan Inti dan Penilaian. Jelasnya.
Pada kegiatan Pree Teaching Penerapan Model Pembelajaran Discovery Learning tampil seorang guru senior yang telah mengajar lebih kurang 37 tahun, Bakri, S.Pd. ia mengajar dengan menerapkan Model Pembelajaran Discovery Learning berdasarkan pengalamannya di depan para peserta workshop, yang sebagian dari sejumlah peserta workshop merupakan mantan siswanya ketika sekolah di SMP Negeri 4 Alla dan sekarang telah menjadi guru.
Dipenghujung kegiatan salah seorang peserta workshop menulis sebait pantun mengatakan,
“Pak Bakri berbaju keki, Baju keki dibeli di Pasar Sudu, Wahai para pendidik baik hati, Wujudkan peserta didik yang bermutu.

Pantun ini spontan ditulisnya karena merasa kagum dengan penampilan seorang Bakri S. Pd., yang menurutnya sangat pantas menjadi panutan dalam menerapkan Model Pembelajaran Discovery Learning.
Seluruh agenda kegiatan telah selesai, sampailan pada acara penutupan Workshop Penerapan Model Pembelajaran Discovery Learning di UPT SMP Negeri 4 Alla Kabupaten Enrekang.
Kepala UPT SMP Negeri 4 Alla Sultan, S.Pd., M.Pd, dalam sambutan penutupannya berharap agar guru-guru SMP Negeri 4 Alla Enrekang mampu memahami Model Pembelajaran Discovery Learning, mampu menyusun Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) Model Pembelajaran Discovery Learning dengan baik dan mampu menerapkan Model Pembelajaran Discovery Learning dalam proses belajar mengajar di kelas, sehingga hasil pembelajaran siswa meningkat. Harapnya.
Salah seorang peserta workshop, Rahmaini, S.Pd yang diminta tanggapannya tentang penampilan Bakri S.Pd., mengatakan bahwa ia sangat mengaguminya, dan ia terinspirasi untuk menjadi guru seperti Pak Bakri. Katanya
Lanjut Rahmaini mengatakan bahwa saat Pak Bakri tampil ia memperhatikan para peserta workshop dan ia menyaksikan para peserta terlihat kagum dan terkesima dengan penampilannya, walaupun usianya sudah di atas 56 tahun, namun penampilannya dalam mengajar masih sangat prima ditambah lagi kemampuannya menggambar sketsa yang menakjubkan, bahkan kita menyaksikan bersama usai penampilannya, narasumber memberikan apresiasi dan komentar atas penampilannya yang luar biasa, jelasnya. (Sri Murwanto)
