Jeneponto, SUARAGURUSULSEL.COM – In House Training (IHT) Implementasi Kurikulum Merdeka (IKM) berlangsung di Aula UPT SMPN 1 Kelara Kabupaten Jeneponto pada hari Kamis, 7 Juli 2022
Kegiatan diikuti 10 SMP di Dua Kecamatan, yakni Kecamatan Kelara dan Kecamatan Rumbia dengan mengutus masing-masing 4 orang guru, kecuali SMPN 1 Kelara yang mengutus seluruh duru disekolah tersebut, sehingga peserta IHT hadir sekitar 70 orang.
Selain peserta tersebut juga hadir Koordinator Pengawas Pendidikan, Drs. Lahasang Dg. Rewa bersama pengawas Pembina, Drs. Pammusu M. Pd.
Hadir pula Pengawas Pendidikan, H. Syarifuddin M. Pd., Isnaeni S. Pd., M. Pd., sekaligus sebagai pemateri.

Berdasarkan informasi pelaksana bahwa dari 10 SMP yang mengikuti kegiatan itu adalah UPT SMPN. 1, 3, 4, 5, 6 ditambah dua sekolah swasta, yakni SMP Sanur Kapasa dan SMP Sanur Loka. Sementara di Kecamatan Kelara diikuti UPT SMPN 2, 3 dan UPT SMPN 1 Kelara sendiri.
Pada kesempatan itu, Korwas, Drs. Lahasang Dg Rewa menyampaikan beberapa hal seputar Kurikulum Merdeka dengan hal-hal baru yang perlu diketahui dan dipahami bersama, karena Kurikulum ini akan serentak diberlakukan pada tahun ini, walaupun secara teknis pelaksanaannya dilakukan secara bertahap. Katanya
Demikian pula, pemateri Isnaeni M. Pd., saat menyampaikan materinya bahwa ia hanya diberi tugas untuk mensosialisasikan Kurikulum Merdeka, namun demikian ia juga mengaku belum menguasai Kurikulum Merdeka secara keseluruhan, akan tetapi ia mengaku juga masih sama-sama belajar. Katanya.

Selain itu ia juga meminta agar peserta yang hadir benar-benat mengikuti kegiatan ini sebaik-baiknya, karena bapak/ibu ini adalah utusan dari sekolahta masing-masing, masih banyak guru-guru disekokahta yang tidak ikut saat ini, sehingga menjadi tanggungjawab kita untuk mensosialisasikan Kurikulum ini kepada teman-teman guru disekolahta setelah kita masing-masing kembali kesekolahta. Jelasnya.
Lebih jauh ia menyampaikan bahwa pada sosialisasi ini diharapkan kita semua guru mengetahui tentang istilah-istilah baru dalam Kurikulum Merdeka, karena adanya beberapa istilah yang berubah dari Kurikulum sebelumnya.
Kebih jauh ia menjelaskan ” banyak hal seputar administrasi kelengkapan mengajar dengan teknis-teknis pelaksanaan kurikulum secara baik sesuai dengan petunjuk yang ada.
Sebelumnya juga tampil pemateri H. Syarifuddin S.Pd., M.Pd dengan materi yang lebih global tentang Kurikulum Merdeka, sebagai gambaran umum bagi peserta seputar Kurikulum Merdeka.
Kepala SMPN 1 Kelara, Drs. H. Amran sebagai tuan rumah pelaksanaan Implementasi Kurikulum Merdeka mengatakan bahwa ” sangat berharap kepada seluruh peserta agar kegiatan ini benar-benar diikuti dengan baik, sehingga setelah peserta kembali ke masing-masing sekolahnya, bisa juga mensosialisasikan materi ini untuk guru-guru disekolahnya, agar terjadi keseragaman pemahaman tentang Kurikulum merdeka ini, harapanya. (Rani)
