Pinrang, SUARAGURUSULSEL.COM – UPT SMA Negeri 4 PINRANG, Mengasah jiwa wirausaha tak cukup hanya melalui teori. Murid perlu mendapat inspirasi, mencoba langsung, hingga menghasilkan produk yang memiliki nilai. Pendekatan inilah yang diterapkan SMA Negeri 4 Pinrang melalui kegiatan kokurikuler kelompok peminatan Kewirausahaan dan Kuliner, Jumat (23/10/2026).
Untuk memperkaya pengalaman belajar, sekolah menghadirkan Ruslan, S.TP., Gr., MP., sebagai narasumber atau guru tamu. Para murid diajak mengenal perjalanan wirausahawan muda dari Kabupaten Pinrang, mempelajari pengolahan makanan, serta memahami proses menghasilkan produk hingga tahap pengemasan.
Kegiatan yang berlangsung pukul 10.00–12.00 WITA dan dilanjutkan pukul 13.00–16.00 WITA itu diikuti murid dengan antusias. Meski berlangsung dalam dua sesi selama sehari, semangat mereka tetap terjaga hingga praktik selesai.

Bukan hanya mengenal proses pengolahan kuliner, murid juga belajar bahwa sebuah produk membutuhkan kreativitas, ketelitian, kualitas, kebersihan, dan kemasan yang menarik. Pengalaman tersebut menjadi bekal awal untuk memahami kewirausahaan secara lebih nyata.
Tak berhenti pada praktik, murid juga diperkenalkan dengan Festival Inovasi dan Kewirausahaan Siswa Indonesia (FIKSI). Ajang yang diselenggarakan Pusat Prestasi Nasional (Puspresnas) ini dikenalkan sebagai salah satu peluang bagi murid untuk mengembangkan ide dan menguji kreativitas melalui kompetisi.
Kepala SMA Negeri 4 Pinrang, Idarahma Ibrahim, S.Pd., M.Pd., mengatakan kegiatan tersebut merupakan bagian dari upaya sekolah membangun pembelajaran yang dekat dengan kehidupan dan mendorong murid berani menghasilkan karya.
“Dari potensi lokal, murid perlu didorong untuk menghasilkan karya yang berdampak. Kami ingin mereka belajar dari dunia nyata, berkarya dengan potensi yang dimiliki, lalu berani melangkah menuju kompetisi. Prinsip kami adalah terinspirasi, berkarya, merasakan dampak, kemudian berkompetisi,” ujarnya.
Menurut Idarahma, sekolah tidak ingin motivasi berprestasi berhenti pada ajakan atau imbauan. Murid perlu diberi kesempatan untuk memperoleh pengalaman, mengembangkan keterampilan, dan menemukan kepercayaan diri melalui proses berkarya.
Guru pendamping kokurikuler kelompok peminatan Kewirausahaan dan Kuliner, Yuliana, S.Hut., mengungkapkan kebahagiaannya melihat semangat dan kerja sama para murid selama mengikuti kegiatan.
“Kami bahagia dan bangga melihat antusiasme serta kolaborasi murid. Kami yakin, meskipun sekolah kami merupakan sekolah umum yang berada di wilayah desa, insyaallah murid-murid SMA Negeri 4 Pinrang juga bisa mendunia,” katanya.
Sementara itu, Ruslan mengapresiasi semangat murid yang dinilainya luar biasa. Menurut dia, meskipun masih berada pada tahap awal dan bergerak dalam kelompok kecil, murid memiliki peluang untuk berkembang menjadi generasi yang mampu menawarkan solusi melalui karya nyata.
“Saya senang bisa berbagi dengan murid SMA Negeri 4 Pinrang. Semangat mereka luar biasa. Meski masih pemula dan kelompoknya kecil, mereka punya potensi menjadi generasi yang solutif, berkarya, dan memberikan dampak,” ungkapnya.
Melalui kegiatan ini, SMA Negeri 4 Pinrang berupaya menjadikan kokurikuler sebagai ruang bagi murid untuk menghubungkan pengetahuan dengan praktik. Pengenalan FIKSI menjadi bagian dari langkah lanjutan setelah murid memperoleh inspirasi dan pengalaman awal dalam mengembangkan produk.
Sekolah berharap pengalaman tersebut menumbuhkan keberanian murid untuk mengeksplorasi potensi lokal, menciptakan gagasan inovatif, dan menghasilkan karya yang bermanfaat bagi masyarakat.
Dari lingkungan sekolah di wilayah desa, SMA Negeri 4 Pinrang ingin menanamkan keyakinan bahwa keterbatasan bukan alasan untuk berhenti mencoba. Murid dapat memulai dari karya sederhana hari ini, membangun dampak nyata, dan mempersiapkan diri untuk berkompetisi di tingkat yang lebih luas. (Tim Humas SMAN 4 Pg)
