Soppeng, SUARAGURUSULSEL.COM – Ekstrakurikuler Karate-Do Gojukai Unit Pondok Pesantren Yasrib Soppeng menampilkan atraksi seni bela diri karate pada pembukaan peringatan Hari Santri Nasional (HSN) 2026 tingkat Kabupaten Soppeng, Selasa, (20/10/2026) pekan lalu.
Kegiatan tersebut berlangsung di Welongnge, Desa Laringgi, Kecamatan Marioriawa, Kabupaten Soppeng, dan dihadiri perwakilan pondok pesantren se-Kabupaten Soppeng, Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Soppeng, serta masyarakat setempat.
Penampilan para santri yang tergabung dalam ekstrakurikuler Karate-Do Gojukai menjadi salah satu persembahan menarik dalam rangkaian pembukaan kegiatan tersebut. Mereka memperagakan sejumlah teknik bela diri yang diajarkan dalam kurikulum Gojukai International Karate-Do Gojukai Association (IKGA).

Adapun teknik yang ditampilkan meliputi Kata Geikisai Dai Ichi, Bunkai Kata Geikisai Dai Ichi atau aplikasi dari jurus tersebut, serta Kata Seisan. Ketiga materi itu memperlihatkan perpaduan gerakan, ketepatan teknik, konsentrasi, dan kedisiplinan dalam seni bela diri karate.
Penampilan ini sekaligus menjadi wadah bagi para santri untuk mengembangkan potensi diri melalui kegiatan ekstrakurikuler, sekaligus memperkenalkan karate sebagai seni bela diri yang mengedepankan kedisiplinan, pengendalian diri, dan pembentukan karakter.
Dalam kegiatan tersebut, rombongan Gojukai Pondok Pesantren Yasrib didampingi Kepala MDH, Gurutta KM. Muh. Saleh; Kepala Kampus, Warding, S.Ag.; Pembina Ekstrakurikuler Karate Gojukai, Ustazah A. Titin; serta pelatih, Sensei Mukhardiaman, S.S., Gr., M.Si.
Mendapat Apresiasi dari Penonton
Penampilan seni bela diri yang diperagakan para santri mendapat tanggapan positif dari sejumlah pihak yang menyaksikan langsung kegiatan tersebut.
Ustaz Muhammad Mustaqim mengungkapkan rasa syukurnya atas penampilan yang ditunjukkan para santri. Menurutnya, kegiatan itu dapat menjadi sarana promosi bagi ekstrakurikuler karate, khususnya kepada masyarakat sekitar yang hadir menyaksikan acara pembukaan.
“Alhamdulillah. Insya Allah jadi nilai promosi. Utamanya bagi masyarakat sekitar yang datang menyaksikan,” ujarnya.
Apresiasi juga disampaikan Ananda Auliah yang menilai penampilan tersebut sebagai persembahan seni bela diri yang menarik.
“Persembahan seni bela diri yang sangat keren,” ungkapnya.
Sementara itu, Ustaz Najemuddin turut memberikan pujian atas penampilan tim Gojukai Pondok Pesantren Yasrib Soppeng. Ia menilai pertunjukan tersebut mampu memperlihatkan keindahan seni bela diri karate sekaligus memberikan inspirasi bagi para penonton.
“Yasrib mantap. Pertunjukan yang sangat menginspirasi dan berhasil menampilkan keindahan seni bela diri karate yang sesungguhnya,” tuturnya.
Ekstrakurikuler sebagai Wadah Pembentukan Karakter Santri.
Kehadiran ekstrakurikuler Karate-Do Gojukai dalam pembukaan Hari Santri Nasional 2026 menjadi bukti bahwa pendidikan di lingkungan pesantren tidak hanya berfokus pada pembelajaran keagamaan dan akademik, tetapi juga memberikan ruang bagi pengembangan bakat, minat, serta keterampilan santri di bidang olahraga dan seni bela diri.
Melalui latihan karate yang terarah, para santri diharapkan mampu menumbuhkan kedisiplinan, tanggung jawab, rasa percaya diri, semangat pantang menyerah, serta kemampuan mengendalikan diri.
Penampilan tersebut juga menjadi kesempatan bagi Pondok Pesantren Yasrib Soppeng untuk memperkenalkan kegiatan ekstrakurikulernya kepada masyarakat luas dan menunjukkan bahwa santri mampu berprestasi dalam berbagai bidang.(SNL)
